Showing posts with label rasulullah. Show all posts
Showing posts with label rasulullah. Show all posts

Saturday, 6 February 2016

Hidup Sehat cara Nabi




TIPS HIDUP SEHAT cara RASULULLAH



Berikut adalah beberapa Tips hidup sehat ala Rosulullah Muhammad yang juga terbukti secara ilmiah.

1. Rosulullah tidak makan sebelum lapar, dan tidak berlebihan dalam makan.
    Gaya hidup yang dijalani oleh Nabi Allah yang terakhir ini sungguh bisa dijadikan teladan bagi umat zaman sekarang- salah satunya adalah Rosulullah tidak makan sebelum lapar dan tidak berlebihan dalam makanan Hal itu terbukti menyehatkan secara ilmiah.

2. Rasulullah duduk ketika hendak minum.
    Ketika merasa haus Rosulullah biasa meminum air dengan dudukterlebih dahulu. Cara ini juga terbukti menyehatkan secara ilmiah dimana ketika kita meminum air dengan posisi masih berdiri akan ada katup yang belum siap menerima tekanan air dan ketika duduk katup itu terbuka dan siap menerima air.

3. Rasulullah makan dengan tangan kanan.
    Makan dengan tangan kanan bukan hanya sekedar tradisi tetapi juga menurut sebuah penelitian ini juga salah satu gaya hidup yang sehat. Ketika makan menggunakan tangan kanan maka yang aktif adalah otak kiri dimana sifat otak kiri ini selalu teratur, dan berpikir. Sedangkan ketika makan menggunakan tangan kiri maka yang aktif adalah otak kanan yang memiliki sifat imajinasi dan acak. Jadi makan dengan tangan kiri dianggap kurang cocok menurut sebuah penelitian.

4. Rosulullah  cepat tidur dan akan bangun jika sudah waktunya Bangun 
    Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul sudah bangun di pertiga malam malam. Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kapada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan.

5. Rosulullah sering berpuasa.
    Menurut sebuah penelitian berpuasa adalah metode ampuh untuk menahan diri. Ini merupakan cara sehat yang belum diketahui orang orang zaman sekarang.


Semoga bermanfaat. Amin.

(Al Mustaqim 2016)

Friday, 7 February 2014

Rasulullah mengajak pemimpin dunia ke dalam Islam


Surat - surat Rasulullah (saw) kepada para Raja dan pembesar dunia.

Setelah perjanjian damai disepakati dan keadaanpun menjadi tenang, maka dakwah islamiah semakin mengalami kemajuan dan kepesatan. Rasulullah saw. mengirim beberapa surat kepada para Raja-raja dan pembesar-pembesar bangsa Arab.  Dalam suratnya itu beliau mengajak mereka memeluk Islam dengan cara yang baik. Dalam memilih setiap utusan yang akan dikirim dipilihlah orang yang pantas dan yang mengenal bahasa serta keadaan negeri yang akan dikunjunginya.
Dalam suatu riwayat dikayakan biasanya raja-raja itu tidak akan menerima yang tidak diberi cap / stempel. Untuk itu Nabi menyuruh untuk dibuatkan sebuah cap / stempel dari perak yang bertuliskan Muhammad Rasulullah. 

Surat kepada Kaisar Hereclius (Romawi): 
Surat Nabi yang dikirim kepada kaisar Romawi diberikan lewat Dihya Al Kalbi. Surat tersebut diserahkan kepada penguasa BAsra untuk disampaikan kepada kaisar Hereclius.
Isinya sbb : "Dengan nama Allah yang MAha Pengasih lagi Maha Penyayang. DAri Muhammad seorang hamba Allah dan utusan-Nya kepada Hereclius kaisar Romawi. Salam sejahtera bagi orang yang ikut jalan petunjuk. Amma Ba'du. Aku ajak anda dengan ajaran Islam. MAsuklah Islam agar anda selamat. ALlah akan memberikan pahala bagimu dua kali lipat. NAmun jika anda menolak anda akan mendapat dosa dua kali lipat. Hai orang-orang yang dituruni Kitab!. Marilah kpeada satu perkataan yang sama (tengah) antara kami dan kamu. Yaitu bahwa kita tidak akan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan yang satu tidak mengambil yang lain menjadi Tuhan selain dari Allah. Tetapi kalau anda tidak mau menurut katakanlah:"Akuilah olehmu bahwa kami ini adalah orang-orang Muslimin.""


Kaisar Hereclius memerintahkan untuk menutup semua pintu dan mengumpulkan para pembesarnya. Kemudian ia berkata : "Hai bangsa Romawi! Apakah kalian ingin mendapatka jalan kemenangan, jalan petunjuk, serta kerajaanmu ini tetap jaya dengan mengikuti Muhammad itu?" Para pembesar itupun segera berlari meningggalkan majelis itu, namun semua pintu telah ditutup. Katika kaisar Hereclius melihat ketidak-sanggupan kaumnya untuk beriman, ia memanggil para pembesarnya dan berkata:" Sesungguhnya apa yang kukatakan pada kalian itu hanyalah untuk menguji iman kamu saja terhadap agama kalian (Kristen) dan kini telah kulihat." Kemudian para pembesar itupun bersujud kepada kaisar. Walau demikian kaisar Hereclius tetap memilih kekuasaan daripada jalan petunjuk, Kelak di masa pemerintahan khafilah Abubakar dan Umar antara kaum Muslimin dan kaisar Hereclius sering terjadi peperangan yang berakhir dengan keruntuhan singgasananya dan kekuasaannya. Allahuakabar....!

Surat Nabi kepada kaisar Persia Ebreweiz (Raja Khosrau II) : 
 "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad kepada kaisar Persia. Salam Sejahtera bagi orang yang mau mengikuti petunjuk serta beriman kepada Allah dan Rasulnya dan bersksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah kepada sekalian umat manusia, untuk memberikan peringatan bagi setiap orang yang hidup. Terimalah Islam agar anda selamat dan jika anda menolak, maka bagi anda dosa seluruh kaum Majusi."


Sikap kaisar Ebreweiz ketika menerima surat dari Muhammad (saw) ia menyambutnya dengan buruk bahkan surat itu dirobeknya sambil berkata: "Pantaskah orang itu menulis surat kepadaku sedangkan ia adalah budakku?". Kaisar memerintahkan gubernurnya yang berkuasa di Yaman yang bernama Badhan agar megirimkan utusan Nabi itu menghadapnya. Ketika berita itu terdengar oleh Nabi beliau berkata: " Alah memberikan kekuasaan pada putra kaisar Persia yang bernama Syairaweh untuk mengalahkan dan membunuh ayahnya."

Apa yang dikatakan Nabi itu ternyata menjadi kenyataan. Di tahun 628 M, putra kaisar Persia yang bernama Qabas dengan gelar Syarawaih berhasil merebut kekusaan dari ayahnya setelah ia membunuh ayahnya. Kerajaan itu akhirnya mengalami kehancuran setelah jadi permainan di tangan raja-raja Persia. Kaisar Syarawaih hanya mampu berkuasa selama 4 bulan saja. Setelah itu kekuasaan diperintah oleh 10 raja yang bergantian selama 4 tahun. Selama itu kerajaan mengalami kekacauan dan huru-hara yang akhirnya rakyat berhasil mengangkat kaisar Yazdajir sebagai raja Persia terakhir dari keluarga Sasanid. Kaisar yang akhir inilah yang menghadapi serbuan tentar Islam di Persia secara total setelah berkuasa selama 4 abad lebih. Keruntuhan kerajaan Persia itu persis apa yang dikabarkan oleh Nabi delapan tahun sebelumnya "Jika kaisar Persia hancur tidak akan ada  kaisar lagi sesudahnya.".

Akhirnya kaum Muslimin berhasil menguasai Persia dan penduduknya menerima Islam. Dan Persia banyak memproduksi kaum ulama serta pemimpin-pemimpin agama yang besar. Hal ini persis apa yang disabdakan oleh Nabi : "Andaikata ilmu pengetahuan itu berada di bintang Suraya pasti aka dicapai oleh orang-orang dari Persia.".

Surat Nabi Muhammad kepada kaisar Ethiopia Najasyi : 
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad Rasullullah kepada Najasyi kaisar Habasyah Ethiopia. Salam sejahtera bagi orang yang mau ikut petunjuk. Selain itu aku menguxapkan puji bagi Allah yang tidak ada Tuhan selain-Nya, Raja, Maha Suci, Pembawa Keselamatan, Pemelihara Keamanan, lagi penjaga segala sesuatu. Dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah Rakhullah dan Firman-Nya yang diberikan kepada Maryam seorang wanita suci, baik lagi terjaga sehingga ia mengandung Isa bin Maryam dari Ruhullah dan tiup-Nya seperti Adam yang dijadikan dengan tangan-Nya. Dan aku ajak anda kepada Allah yang Tunggal dan tidak bersekutu bagi-Nya serta mantaati-Nya dan aku ajak anda untuk mengikuti aku dan mempercayai apa yang datang padaku. Sesunggunya aku ini adalah utusan Allah dan aku ajak anda serta segenap tentaramu ke jalan Allah dan aku telah sampaikan serta nasihatkan kepada anda. Karena itu terimalah nasihatku. Salam sejahtera bagi orang-orang yang mau ikut petinjuk."


 
Ketika Rasulullah s.a.w menulis surat kepada Raja Najasyi yakni Ashhamah bin Al-Abjar dan menyerunya kepada Islam. Raja An-Najasyi mengambil surat itu,  lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliau pun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Thalib r.a. Beliau lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam dan menyebutkan tentang keislamannya.
  
Ibnu Hisyam meriwayatkan pada waktu itu iman telah masuk ke dalam hati Najasyi dan ia juga percaya bahwa Isa bin Maryam adalah seorang hamba Allah dan utusan-Nya serta kalimat-Nya yang ditempatkan kepada Maryam.. Seperti yang diriwayatkan oleh Al Hafiz Ubnu Katsir ialah Najasyi yang telah masuk Islam di masa Ja'far bin Abi Thalib. Kata Ibnu Kasir: " Hal itu terjadi bersamaan ketika Nabi berkirim surat kepada raja-raja untuk mengajaknya masuk Islam sebelum penaklukan kota Mekkah." Ketika Najasyi wafat, Nabi memberitahukan kewafatannya kepada kaum Muslimin dan beliaupun menyolatkannya. Ubay dari riwayat Alwakidi dan sebagian ahli sejarah juga mengatakan :"Najasyi yang menerima surat Nabi itu adalah  Najasyi yang disembahyangkan oleh Nabi di bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyah sepulangnya dari perang Tabuk.".
Allahuakbar...!

Isi surat Nabi kepada Maqauqis (Mesir) : 
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad seorang hamba Allah dan Rasul-Nya kepada Muqaiqis penguasa Mesir (bangsa Qibti). Salam sejahtera bagi orang yang ikut jalan petunjuk. Selain itu aku ajak anda dengan panggilan Islam. Terimalah Islam agar anda selamat. Masukilah Islam agar Allah memberikan pada anda pahala dua kali lipat, Jika anda menolak maka anda menanggung dosa bangsa Qibti. Hai orang-orang yang dituruni Kitab! marilah kepada suatu perkataan yang sama (tengah) antara kami da kamu. Yaitu bahwa kita tidak akan menyembah selain Allah. Dan kita tidak akan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan yang satu tidak akan menjadi yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Tetapi kalau anda tidak mau menurut, katakanlah: "Akuilah olehmu bahwa kami ini adalah orang-orang Muslimin."



Kepada Uskup Dhughathir : 



Selain mengirimkan surat kepada Heraklius, Nabi juga menulis surat yang ditujukan kepada uskup terpandang di Romawi, yaitu uskup Dhughatir. Surat yang diantarkan juga oleh Dihyah tersebut berisi :

“Salam bagi yang beriman. Atas dasar itu sesungguhnya Isa bin Maryam adalah tiupan roh Allah, terjadi dengan kalimat-Nya yang benar (haq), disampaikan kepada Maryam yang suci. Aku beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya serta apa yang diberikan kepada para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami hanya tunduk patuh kepadanya. Salam yang mengikuti petunjuk.”

Setelah membaca surat tersebut, sang uskup berkata kepada Dihyah, “Demi Allah, kawannya adalah seorang Nabi yang diutus. Kami mengenali sifat-sifat dan namanya semuanya tercantum dalam kitab-kitab kami.”

Uskup tersebut kemudian menanggalkan keuskupannya yang berwarna hitam dan digantinya dengan jubah berwarna putih. Dia mengambil tongkatnya, lalu beranjak menuju ke gereja. Di sana, banyak orang sedang berkumpul. Di hadapan mereka, uskup berkata, “Wahai segenap orang Romawi, aku telah menerima surat dari Ahmad yang mengajak kita kepada Allah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Mendengar ucapannya tersebut, orang-orang pun serempak menyerang dan memukulinya bertubi-tubi hingga tewas. Setelah kejadian itu, Dihyah kembali kepada Heraklius. Kemudian Heraklius berujar, “Aku sudah memberitahukan kepadamu bahwa kami mencemaskan diri sendiri dan tindakan kekerasan mereka. Demi Allah, uskup Dhughatir lebih mulia daripada aku.”

Surat kepada Gubernur Al-Mundzir bin Sawa – Bahrain : 


Nabi Muhammad Sallallahu A’laihi Wasallam mengutus risalah kepada al-Munzir bin Sawa pemerintah Bahrain, menyeru beliau kepada Islam. Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam memilih al-’Ala’ bin al-Hadhrami untuk menyampaikan risalahnya itu, sebagai jawaban al-Munzir telah menulis kepada Rasulullah seperti berikut ;

“Ada pun setelah itu wahai Rasulullah, sebenarnya telah pun ku baca bingkisan tuan hamba itu kepada penduduk Bahrain, di antara mereka gemarkan Islam dan kagum dengannya dan sebahagian yang lain membencinya, di bumi ku ini terdapat penganut Majusi dan Yahudi, maka berlaku sesuatu hal di sini mengenai seruan tuan hamba itu.”

Rasulullah s.a.w membalas semula kepadanya:  “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ” Dari Muhammad Utusan Allah kepada al-Munzir bin Sawi salam ke atas kamu. Maka sesungguhnya kepada Engkau Allah, aku memuji yang tiada Tuhan selainNya dan aku mengaku bahawa Muhammad adalah hambaNya dan pesuruhNya, adapun selepas itu aku mengingatkan kau dengan Allah Azzawajala, maka sesungguhnya sesiapa yang menasihat sebenarnya beliau menasihati dirinya, dan sesiapa yang mentaatiku dan sesiapa yang menasihatkan mereka bererti telah menasihatiku. Sebenarnya para utusanku telahpun memuji kau dengan baik, sesungguhnya melalui kamu aku memberi syafaat ku kepada kaum kamu, oleh itu biarlah kaum muslimin dengan kebebasan mereka dan pengampunan kamu terhadap pesalah-pesalah, maka terimalah mereka. Sekiranya kamu terus soleh dan baik maka kami tidak akan memecatkan kamu dari tugas dan sesiapa yang masih dengan pegangan Yahudi atau Majusinya ianya wajib membayar jizyah.


Berikut surat-surat yang ditulis oleh Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam adalah :
  1. Surat Kepada Negus, Raja Habsyah
  2. Surat Kepada Abu Sufian
  3. Surat Kedua Kepada Raja Habsyah
  4. Surat Ketiga Kepada Raja Habsyah
  5. Surat Kepada Kaisar Heraklius
  6. Surat Kepada Khusro Perwez, Maharaja Farsi
  7. Surat Kepada Hurmuz
  8. Surat Kepada Wazir Mesir
  9. Surat Kepada Hauza Bin Ali, Gabenor Yamamah
  10. Surat Kepada Haris Ghassani, Raja Damishq (Damsyik)
  11. Surat Kepada Munzir Bin Sawa, Gabenor Bahrain
  12. Surat Kedua Kepada Munzir
  13. Surat Kepada Jaifer Dan ‘Abd, Raja Oman
  14. Surat Kepada Jaifer Waris As’hama Negus
  15. Surat Kepada Raja-Raja Himyar
  16. Surat Kedua Kepada Raja-Raja Himyar
  17. Surat Kepada Farwah, Gabenor Ma’an
  18. Surat Kepada ‘Amr Bin Hazm Ansari, Gabenor Yaman
  19. Surat Kepada Ukaidir, Pemerintah Dumatul Jandal
Surat-surat dan perintah yang diantar kepada Amir, Pemimpin dan ketua-ketua berbagai Kabilah dan individu :
  1. Surat Kepada Pope Rom
  2. Surat-Surat Kepada Yahudi Khaibar
  3. Surat Kepada Budail Bin Waraqa
  4. Surat-Surat Kepada Puak Aslam
  5. Surat Kepada Penduduk Persekitaran Tihama
  6. Surat Kepada Khalid Bin Zimadul Azdi
  7. Surat Kepada Hilal Bin Umayyah, Amir Bahrain
  8. Surat Kepada Usaibukht Bin Abdullah, Amir Hajar
  9. Surat Kepada Bani Abdullah
  10. Surat Kepada Nahshall Bin Malik, Amir Bani Va’il
  11. Surat Kepada Rifa’ah Bin Zaid Juzami
  12. Surat Kepada Bani Asad
  13. Surat Kepada Amir-Amir Aqabah
  14. Surat Kepada Penduduk Maqna
  15. Surat Kepada Penduduk Azruh
  16. Surat Kepada Amir Hamdan
  17. Surat Kepada Khalid Bin Al-Walid
  18. Surat Kepada Musailamah Al-Kazzab (Si Penipu)
  19. Surat Kepada Muaz Bin Jabal R.A.
  20. Surat Kepada Jin
  21. Surat Kepada Zul Ghussa Qais
  22. Surat Kepada ‘Amr Bin Ma’abad Al-Juhani
  23. Surat Kepada Bani Zuhair
  24. Surat Kepada Suhail Bin Amr
  25. Surat Kepada Puak Khas’am
  26. Surat Kepada Zamal Bin ‘Amr Aluzri

......Semoga bermanfaat...........Allahuakbar.

Thursday, 6 February 2014

Perjuangan yang diikuti Rasulullah

 badar

Peperangan yang pernah diikuti langsung oleh Nabi Muhammad (SAW)

Seringkali para orientalis barat menuliskan bahwa islam disebarkan dengan kekerasan / perang, dengan tujuan untuk memfitnah islam di mata internasional. Namun mereka menutup rapat fakta sejarah bahwa peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah bukanlah atas keinginan beliau, namun dilakukan setelah menerima wahyu dari Allah (lihat ayat-ayat di Al Qur'an tentang perang Uhud, Badar dll) . Rasulullah (SAW) tidak pernah memulai peperangan sama sekali. Sebab, beliau berusaha semaksimal mungkin supaya tidak ada pertumpahan darah manusia. Karena beliau adalah seorang Nabi yang penuh kasih sayang.

Tapi, jika peperangan tidak mungkin dihindari, maka beliau akan menempatkan diri paling depan. Karena beliau adalah seorang Nabi yang tidak pernah gentar melawan musuh. (Adakah pemimpin jaman sekarang yang berani berada di garis depan saat berperang?) Kebanyakan hanya mengerahkan tentaranya (serangan laut, darat dan udara) dan dia hanya mengomando dari jauh). Amerika contohnya, pernahkan Bil Clinton, Goerge Bush, George W. Bush, Ronald Reagan dll. langsung berada di garis depan ?.

Rasulullah (SAW), memiliki sifat penyayang yang begitu tinggi kepada umat manusia, tapi pada saat yang sama  beliau juga memiliki kesiapan yang tinggi pula untuk terjun langsung dalam perjuangan (jihad) dalam menegakkan agama Allah. Beliau seorang yang cerdas dalam menyusun strategi, dan gigih dalam memperjuangkan dan meraih kemenangan.

Rasulullah (SAW) tidak pernah menghalangi kafilah manapun, kecuali beberapa kafilah Quraisy, karena kafilah ini yang memulai 'perang ekonomi' terhadap kaum muslimin dan merampas harta kekayaan mereka. Dan beliau tidak pernah menghadang satu kafilahpun dari kabilah lain meski mereka banyak sekali melakukan aktivitas perdagangan.

Berikut adalah perjuangan yang pernah beliau ikuti langsung ;
  1. Waddan (al-Abwa'), tanggal Safar 2 H, perang yang pertama kali diikuti Rasulullah SAW. Sasarannya: perniagaan kaum Qurasy.
  2. Bawath (Radwa), tanggal Rabiul Awal 2 H, untuk menghadang kafilah Quraisy.
  3. Al-'Usyairah, tanggal  Jumadil Akhir 2 H, untuk menghadang kafilah Quraisy.
  4. Badar pertama (Safawan), Jumadil Akhir 2 H, mengejar Karz bin Jabir al-Firi yang telah berhasil menyusup ke salah satu wilayah Madinah.
  5. Badar Kubra, tanggal Ramadhan 2 H, menghadang kafilah Quraisy
  6. Bani Qainuqa', tanggal Syawal 2 H, orang-orang Yahudi membatalkan perjanjian dan mulai memperlihatkan kedengkian
  7. Bani Sulaim, Syawal 2 H, Rasulullah SAW. berangkat menuju Qarqarah al-Kadr untuk memecah pasukan Bani Sulaim dan Gathafan.
  8. As-Sawiq, Dzulhijah 2 H, menghadang Abu Sufyan yang datang ke Madinah untuk membalas dendam atas kekalahannya di perang Badar.
  9. Dzi Amar, Rabiul Awal 3 H, memcah konsentrasi Bani Tsa'labah dan Muharib sebelum mereka menyerang Madinah.
  10. Buhran, Jumadil Awal 3 H, mencerai-beraikan pasukan Bani Sulaim.
  11. Uhud, Jumadil Awal 3 H, untuk melawan kaum Quraisy yang datang untuk memerangi kaum muslim di Madinah.
  12. Hamra' al-Asad, Syawal 3 H, melakukan perlawanan terhadap Abu Sufyan yang hendak menggempur Madinah.
  13. Bani Nadhir, Rabiul Awal 4 H, menghadang Bani Nadhir yang ingin membunuh Rasulullah dengan cara licik
  14. Dzaturr Riqa', Muharram 4 H, mencerai-beraikan pasukan Anmar dan Tsa'labah.
  15. Badar al-Akhir, Syawal 4 H, untuk mengejar Abu Sufyan
  16. Dumatul Jandal, Rabiul Awal 5 H, mencerai-beraikan pasukan pembegal yang ingin menyerang Madinah.
  17. Al-Muraisi', Sya'ban 5 H, untuk memecah rombongan Bani Musthaliq (dari Khuza'ah)
  18. Al-Khandaq, Syawal 5 H, menghadang gabungan beberapa pasukan yang berada di bawah pimpinan kaum Quraisy.
  19. Bani Quraizhah, Dzulqaidah 5 H, untuk memberi pelajaran atas penghianatan perjanjian oleh bani Quraizhah selama pasukan gabungan mengepung Madinah.
  20. Bani Lihyan, Rabiul Awal 6 H, memberi hukuman kepada bani Lihyan (dari Hudzail) yang membunuh beberapa orang sahabat (di Ar-Raji')
  21. Dzi Qarad (al-Gabah), Rabiul Awal 6 H, untuk melawan pasukan 'Uyainah bin Hashan al-Fajjari yang datang menyusup ke Madinah.
  22. Hadaibiyah, Dzulqaidah 6 H, untuk mengerjakan umrah di Baitullah Mekkah, tapi kaum Quraisy menghadang perjalanan tersebut.
  23. Khaibar, Muharam 7 H, memecah pasukan gabungan di bawah pimpinan Khaibar untuk menyerang Madinah.
  24. Mu'tah, Jumadil Awal 8 H, Rasulullah SAW tidak ikut langsung dalam perjuangan itu, tapi beliau mengarahkan sekakan beliau ikut bersama pasukan.
  25. Fathu Mekah, Ramadhan 8 H, pembatalan kaum Qurasy terhapap butir-butir perjanjian Hudaibiyah.
  26. Hunain dan Taif, Syawal 8 H, memcah konsentrasi Bani Tsaqif.
  27.  Tabuk (al-'Usrah), Rajab 9 H, mengejar pasukan Romawi yang berkumpul untuk menyerbu Madinah.
 
(Sumber: Atlas Al-Qur’an, oleh Dr. Syauqi Abu Khalil)


Jibril telah datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam dan berkata kepada beliau,”Dengan apa kalian menyebut orang-orang yang berjuang di perang Badar ini?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam menjawab, “Mereka adalah orang muslim terbaik.” Maka, Jibril berkata, “Begitu pula dengan malaikat yang ikut serta dalam perang Badar ini. Mereka adalah termasuk muslim terbaik. “

 Gambar : Makam sahabat Rasulullah (saw)
 makam-para-sahabat-mulia-rasul-di-baqi.jpg

Monday, 3 February 2014

Hartawan, Dermawan, Pahlawan


  SA’AD BIN RABI’, Hartawan, Dermawan bahkan seorang Pahlawan

Bermacam tabiat mulia yang dimiliki para sahabat Nabi berrkat aqidah yang ditanamkan Nabi Muhammad S.A.W., diantaranya Sa’ad bin Rabi’, walau seorang hartawan namun jiwa persaudaraannya begitu kokoh dan luar biasa akrabnya.
Nama lengkap Sa’ad bin Rabi’ bin Amr bin Abi Zubair, termasuk salah satu diantara 12 pemimpin Anshar yang terpilih dalam Bai’at Aqobah II, ikut dalam peperanggan Badar dan Uhud.
Nabi mempersaudarakan dengan Abdur Rahman bin ‘Auf, Sa’ad berkata kepada ‘Abdur Rahman :” Aku adalah orang terkaya di Madinah. Jika engkau mau silakan ambil separuh dari hartaku. Aku juga mempunyyai 2 orang istri silakan pilih mana yang kau suka, aku akan menceraikannya, setelah itu silakan kau nikahi dia!”.
Berkat kebesaran jiwwanya, tawaran ini bukannya diterima justru ditolaknya dengan halus. Sikap yang menunjukkan jiwa sehat, jiwa yang tidak suka menerima justru lebih suka berusaha  dengan usahanya sendiri.
Dengan santunnya Abdur Rahman bin ‘Auf menjawab: “ Semoga Allah memberkahi harta dan keluargamu, tolong tunjukkkan saja aku pasar”.

Pada perang Uhud Rasulullah SAW berkata :” Siapakah diantara kalian yyang bersedia mencari berita untukkku tentang keadaan Sa’ad bin Rabi’, apakah dia masih hidup atau gugur?.”
Salah seorang sahabat, Muhammad bin Maslamah atau Ubayy bin Ka’ab menjawab: “ Saya sanggup mencari berita untukmu ya Rasulullah”.
Iapun pergi dan mengitarri medan perang sambil berterriak berulang-ulang :” Wahai Sa’ad bin Rabi’”, Sa’ad bin Rabi menjawab “Apa keperluanmu, mengapa anda memanggil namaku?”.
Dia menjawab: “Aku diutus Rasulullah SAW untuk mennyampaikan kepada beliau tentang kondisimu saat ini,” Sa’ad menjawab:” Pergilah menemui Rasulullah, sampaikan salamku kepada beliau dan kabari beliau, bahwa aku terkena 12 luka tusukan, aku berrhasil menikan orang yang menikamku, sampaikan kepada pasukan kaum muslimin bahwa Allah tidak akan memaafkan kalian jika kalian membiarkan Nabi dibunuh sementara kalian masih bernafas!”.
Sa’ad wafat akibat luka yang dideritanya dalam perang Uhud tahun 3 Hujriyah.
(sumber : Al Hakim edisi 347/VIII)

Dari kisah tauladan diatas, nyatalah bahwa para sahabat Rasulullah begitu dermawan dan sangat menjunjung tinggi agama Islam, bahkan mereka tidak mementingkan harta bedanya, semua dikorbankan untuk agama Allah. Cobalah kita bandingkan dengan para hartawan jaman sekarang……
Dimana banyak orang-orang yang memiliki kedudukan justru berusaha melebarkan “dinastinya” untuk mempertahankan kekuasaan dan hartanya. Bukan hanya mereka yang memiliki kedudukan di pemerintahan, bahkan pelaku seni pun banyak yang  memperlihatkan pola hidup mewah yang justru dipertontonkan ke masyarakat untuk mengangkat popularitasnya. Lebih parah lagi, ada penggacara yang justru menjejali  anaknya dengan barang-barang mewah seakan-akan itu hal yang wajar tanpa memikirkan kondisi masyarakan saat ini yang semakin terhimpit.
Coba kita baca tulisan dari Al Islam edisi 540/ XVIII : Sebanyak 17 dari 33 gubernur di Indonesia tersangkut perkara hingga harus dinonaktifkan. Hampir setiap minggu ada kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka (Kompas, 18/1/2011)
(1). Inilah fakta di negeri  yang menjadi ‘jawara’ demokrasi, pemilu yang berbiaya puluhan triliun rupiah ternyata hanyya menghasilkan para pejabat ‘kriminal’, selain tidak menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat.
(2). Saatnya negeri ini hanya menerapkan system pemrintahan Islam (Khilafah), yang akan melahirkan para pejabat amanah sekaligus menjamin kesejahteraan bagi rakyat.