Showing posts with label rasul. Show all posts
Showing posts with label rasul. Show all posts

Thursday, 8 March 2018

Mengapa Haji di urutan ke 5 ?

Mengapa ibadah HAJI ada di urutan ke 5 ?




Assalamualaikum.

Setiap muslim tentunya mengerti apa itu haji.
Tapi yang tidak diketahui kebanyakan muslim,mengapa haji ada di urutan ke 5 dari rukun islam.

Baik, mari kita cermati.
Kebanyakan orang berpendapat bahwa perintah berhaji ada di urutan ke 5 dari rukun islam dikarenakan ibadah itu memang diperuntukkan bagi mereka yang sudah siap baik masalah finansial maupun fisiknya, itu bisa dipahami karena biaya berhaji sekarang ini bisa menelan biaya puluhan juta rupiah dan antriannya bisa bertahun-tahun. 

Ini bisa dimengerti dikarenakan banyaknya calon jamaah haji dari seluruh dunia yang ingin datang ke mekkah. Tapi yang penting untuk dimengerti adalah, bahwa berhaji itu adalah cerminan dari ibadah-ibadah lainnya dalam rukun islam, yaitu sahadat, sholat, zakat dan puasa.

Ya...ibarat anda seorang mahasiswa, tentunya tugas akhir adanya di semester terakhir, sebagai hasil dari proses belajar anda selama beberapa tahun, dan akan diuji di tugas akhir anda.

Baik buruknya tugas akhir itu, tergantung dari bagaimana anda belajar selama itu. Begitu juga berhaji, baik tidaknya haji anda akan mencerminkan bagaimana ibadah sahadat anda, bagaimana ibadah sholat anda, bagaimana ibadah zakat anda dan bagimana kualitas ibadah puasa anda.


mari kita kupas lebih dalam.

01. Sahadat.

Saat kita berniat melaksanakan haji, baik itu niat dalam hati ataupun niat untuk mempersiapkan bekal finansial, apakah sudah sesuai dengan syariat islam. Ingatlah bahwa saat kita mengucapkan 2 kalimat sahadat sebagai pernyataan mengakui ke-esaan Allah dan Muhammad sebagai rasulnya, sudahkah kita meniatkan berhaji itu semata-mata karena Allah dan Rasulullah, atau karena hanya ingin mendapat gelar "Haji / hajjah" di depan nama kita. Atau berhaji karena ingin dipandang lebih terhormat di masyarakat? Selain itu bekal finansial tentulah harus diperoleh dengan cara yang halal, karena mendapatkan harta yang halal untuk berhaji tentulah harus sesuai dengan  syariat Allah. Pasti tidak dianjurkan jika berhaji menggunakan uang korupsi, uang sogok dll. 


02. Sholat.

Nah saat kita beribadah dalam berhaji, ingatlah juga bahwa saat kita sholat itu semata-mata karena kita menjalankan perintah Allah. Janganlah kita sholat hanya karena ingin bisnis lancar, mendapat jodoh dll, karena doa di depan baitullah itu manjur. Ingatlah selalu bahwa sholat kita itu bertujuan mendapatkan ampunan dan berkah dari Allah. Bukan karena mengharapkan apa yang kita inginkan, tetapi biarlah Allah yang akan memberikan dan menentukan apa yang terbaik bagi kita.
Saat kita sujut dalam sholat, itu adalah cerminan tunduknya kita kepada Allah yang maha kuasa.
Dan saat berhaji maka runtuhlah semua jabatan dan tingkatan sosial kita di hadapan Allah. Jika saat berhaji kita masih merasa "lebih" dari orang lain, bisa karena jabatan kita, karena faktor keturunan ataupun karena harta kita, maka itu tidak mencerminkan kualitas sholat kita selama ini.



03. Zakat.

Berzakat adalah mengeluarkan sebagian dari harta kita  untuk diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin, yatim piatu dll. Karena mengeluarkan sebagian harta, tentunya niat itu haruslah niat yang sukarela karena Allah, bukan karena hal lain. Nah saat kita berhaji, maka ibadah ini juga akan mencerminkan kualitas haji kita, apakah saat berhaji itu kita masih sempat mengeluarkan sebagian dari harta ataupun apa yang ada pada diri kita untuk membantu orang lain? Apakah kita masih sempat bersedekah saat melihat fakir miskin di jalan atau kita lebih memilih membelanjakannya untuk oleh-oleh?


04. Puasa.

Puasa lebih jauh bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi menahan semua hawa nafsu duniawi. Nah, saat berhaji inilah kualitas puasa kita juga akan diuji. Tentu masih ingat kita dengan tragedi mina, dimana para jemaah haji saling berdesakan di terowongan mina. Jika tiap jemaah bisa lebih bersabar dan tertib di terowongan mina tentu tragedi itu tak akan terjadi. Bahkan saat mengitari ka'bah, kualitas puasa kita juga akan teruji, apakah kita bisa bersabar dan tertib atau berdesakan saling dorong karena ingin mencium hajar aswat?. 

Coba kita camkan sekali lagi. Saling dorong dan tidak tertib tentulah bukan cerminan puasa yang baik. Sekali lagi, puasa itu lebih jauh adalah menahan semua hawa nafsu duniawi, maka saat berhaji maka sebaiknya gunakan saat-saat itu sebanyak-banyaknya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Janganlah kekusyukan ibadah haji itu dicemari dengan pikiran-pikiran keinginan untuk berbelanja, ingin selfie, ingin jalan-jalan dll, itu tidak mencerminkan kualitas puasa kita selama ini.




Nah dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa ibadah haji yang berada di urutan ke 5 dari rukun islam itu adalah ujian akhir dari semua ibadah kita selama ini. Kualitas haji kita akan menggambarkan bagaimana kualitas ibadah kita yang lain, yaitu sahadat, solat, zakat dan puasa.

Semoga dari uraian ini, kita bisa lebih introspeksi diri dan lebih meningkatkan kualitas ibadah kita agar ibadah haji kita juga bisa mabrur dan mendapatkan berkah melimpah dari Allah.

Tentu yang paling baik untuk dicontoh adalah bagaimana kualitas ibadah Rasulullah Muhammad (SAW).

Wassalamualaikum... semoga uraian ini bermanfaat.

Ancis - maret 2018.

=====================================================================

Saturday, 18 February 2017

Pemimpin yang Dinantikan

Pembangunan Gambaran Keberhasilan Kepemimpinan ?


Apakah benar pembangunan bisa jadi indikasi berhasilnya kepemimpinan seseorang ?

Sering, bahkan teramat sering kita mengira bahwa lajunya perkembangan suatu kota / negara bisa jadi
indikator keberhasilan atas kepemimpinan. Benarkah begitu ?

Coba anda bayangkan, jika ada tetangga kita memiliki rumah bertingkat, maka kita akan mengatakan bahwa dia seorang yang sukses. Jika ada tetangga kita memiliki mobil banyak maka kita akan mengatakan dia orang yang sukses. Apalagi jika memiliki uang banyak, maka dia dikatagorikan orang yang sukses. Benarkah begitu. Bisa benar bisa juga salah. Dikatakan benar, jika semua itu dilakukan dengan cara - cara yang benar dan sesuai aturan. Salah, jika itu semua didapat dengan cara yang menentang hukum.

Ambil contoh : KORUPTOR. Bukankah mereka memiliki rumah luas bertingkat, mobil mewah dan uang berlimpah?

Nah... bagaimana dengan pembangunan ?
Pesatnya pembangunan tidak bisa dijadikan barometer keberhasilan kepemimpinan seseorang.


Ambil contoh Raja Firaun. Dia adalah seorang pemimpin yang luar biasa, memiliki ketegasan dan keberanian luar biasa sehingga membawa peradaban mesir kuno menjadi salah satu peradaban terkemuka dalam sejarah dunia. Namun apakah masyarakat mesir saat itu memiliki pembangunan spiritual yang baik juga? Tentu saja tidak. Seperti kita ketahui semua, kemajuan pembangunan di kerajaan mesir membuat masyarakat mesir semakin angkuh dan sombong bahkan Firaun sendiri menobatkan dirinya sebagai Tuhan, hingga Allah mengutus nabi Musa kepadanya.

Contoh lainnya, Raja Babilonia. Dia adalah seorang raja yang hebat dalam kepemimpinan. Seperti juga Firaun, dia membawa peradaban babilon menjadi salah satu peradaban yang menakjubkan dalam sejarah manusia. Namun rakyat dan dirinya terjerumus dalam kekafiran.

contoh lainnya: Hitler, anda pasti sudah tahu apa yang dilakukan Hitler.


Nah, ternyata pesatnya pembangunan tidak bisa dijadikan tolak ukur keberhasilan kepemimpinan. Karena yang utama dalam pembangunan adalah pembangunan sektor spiritualnya dengan kata lain, pembangunan akhlak dan moral penduduknya.


Mari kita lihat kota Las Vegas di Amerika. Itu adalah kota yang sangat maju, bahkan lebih maju dari
pada Jakarta. Tapi apa yang ada di Las Vegas? Itu adalah kota judi terbesar di dunia. Miras dilegalkan, bahkan prostitusi juga marak disana. Tidak salah jika kota ini disebut sebagai SIN CITY (kota dosa).


Lihat juga kota - kota modern di negara - negara maju. Pembangunan yang tak seimbang dengan pembangunan akhlak dan agama masyarakatnya, membuat tempat itu menjadi tempat yang subur bagi kemaksiatan. Bahkan pernikahan sejenis pun dilegalkan. Prostitusi dianggap biasa.....dan miras jadi budaya.....



Lalu apa yang jadi tolak ukur pembangunan dan kepemimpinan sukses ?

Tuhan telah memberikan contoh terbaiknya melalui para nabi dan rasul. 

Lihatlah bagaimana nabi Sulaiman membangun kerajaannya dengan pondasi akhlak dan tahuid yang sangat kuat. Dia membangun kerajaan dengan membangun iman kepada Allah, sehingga kerajaan itu bukan saja besar tapi juga mendapat berkah dari Allah.
Lihat bagaimana Daud membangun akhlak masyarakat Yahudi dengan agama yang baik kepada Allah.
Lihat bagaimana Ibrahim dan Ismail membangun peradaban Mekah dengan dasar akhlak tauhid kepada Allah.
Lihat bagaimana nabi Muhammad membangun akhlak masyarakat arab dengan tauhid yang kuat pada Allah.
Dan mereka semua sudah teruji keberhasilannya.

Bahkan, lihatlah sila pertama Pancasila "Ketuhanan Yang Maha Esa", yaitu membangun akhlak yang benar kepada Allah yang Tunggal (Esa), sebelum membangun manusia yang adil dan beradab, sebelum mempersatukan manusia Indonesia dan lain-lain.

Sehingga yang penting dan utama dalam pembangunan adalah pembangunan mental akhlak yang baik kepada Allah, sebelum pembangunan fisiknya.

Sebagai penutup, perlu saya katakan bahwa begitu pentingnya memilih pemimpin yang bisa menjunjung tinggi hukum - hukum Allah, bukan pemimpin yang hanya patuh pada aturan partai apalagi pemimpin yang menghina Tuhan. Karena partai bukanlah agama, dan partai tidak bisa menjamin nasib kita kelak di akhirat.

Semoga penjelasan ini bisa membuka mata hati dan pikiran kita dalam memilih pemimpin.

Salam damai....
Assalamuallaikum ....
Februari 2017
-----------------------------------------------

Sunday, 21 February 2016

Sejarah suara Adzan



Asal Mula Kumandang Suara Adzan



Lihat videonya di : https://youtu.be/0-y49Y-N7D8

Saat Islam menyebar di tanah Arab, terutama Madinah, yang merupakan pusat penyebaran agama Islam pada masa-masa awalnya, dan ketika orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk berkumpul bersama-sama untuk menunaikan shalat berjamaah.

Tetapi hal itu tidak mudah lagi saat tiap orang memiliki ragam kesibukan masing masing. Kesibukan yang semakin tinggi itu tentu membuat setiap orang memiliki kelalaian untuk menunaikan ibadah sholat.


Dan jika hal ini terus menerus terjadi dan berulang-ulang, tentu bisa dipikirkan bagaimana jadinya para pemeluk Islam. Ini adalah masalah yang cukup rumit untuk segera dicarikan jalan keluarnya.

Pada masa itu memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang shalat. Belum ada telepon, belum ada pengeras suara, belum ada email, belum ada listrik dan sebagainya.

Orang orang biasanya berkumpul di masjid sesuai waktu yang dimilikinya. Jika sudah terkumpul banyak orang, barulah sholat berjamaah dimulai.

Atas timbulnya dinamika pemikiran tersebut, maka timbul kebutuhan untuk mencari suatu cara agar dapat  menjadi cara untuk mengingatkan dan memanggil orang orang untuk datang ke masjid agar bisa sholat berjamaah tepat pada waktunya.

Ada banyak cara yang pernah diusulkan para sahabat Nabi. Ada sahabat yang menyarankan untuk
menggunakan nyala api yang ditempatkan di tempat yang tinggi agar terlihat oleh masyarakat yang letaknya jauh. Atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat. Cara ini biasa dipakai oleh kaum majusi.


Ada juga yang menyarankan untuk membunyikan lonceng seperti orang nasrani.
Ada juga yang mengusulkan untuk membunyikan terompet seperti orang yahudi.

Pendeknya, ada banyak saran yang timbul. Cara cara itu memang cukup representatip, namun banyak juga para sahabat yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana saja.
Itu adalah cara-cara lama yang dipraktekkan oleh orang-orang Majusi, Yahudi dan Nasrani.

Rupanya para sahabat banyak yang khawatir imej yang timbul jika cara-cara kaum kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk menggunakan cara yang lain.

Maka ada usul dari Umar , agar ditunjuk seseorang untuk memanggil kaum muslim untuk sholat saat masuk wantu shalat. Saran ini rupanya bisa diterima oleh semua orang. Rasulullah juga menyetujuinya. Cuma masalahnya bagaimana itu bisa dilakukan.

Abu Dawud mengisahkan Abdullah bin Zaid meriwayatkan, "Ketika cara memanggil kaum muslimin dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya, apakah ia hendak menjual lonceng itu. Jika benar, aku memintanya untuk menjual lonceng itu kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya, untuk apa. Aku menjawab bahwa dengan membunyikan lonceng itu kami bisa memanggil kaum muslim untuk datang menunaikan shalat. Orang itu berkata lagi, maukah kau kuajari cara yang lebih baik?. Dan aku menjawab, Iya. Lalu ia berkata lagi, tapi kali ini dengan suara yang amat keras. Allahu Akbar Allahu Akbar. Keesokan harinya aku bangun dan menemui Rasulullah. dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan Rasulullah berkata bahwa itu adalah mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Hilal dan ajarilah bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan kalimat seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang. Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal.".

Rupanya mimpi serupa juga dialami oleh Umar. Ia juga menceritakan hal yang sama kepada Rasulullah. Rasulullah bersyukur kepada Allah atas anugrah semua ini.


Bacaan Adzan selengkapnya : 

"Allahu Akbar Allahu Akbar" artinya Allah Maha Besar 
"Allahu Akbar Allahu Akbar" 
"Asyhadu alla ilaha illallah" artinya Aku bersakti tiada Tuhan selain Allah
"Asyhadu alla ilaha illallah"
"Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah" artinya Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah
"Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah"
"Hayya 'alash sholah" artinya Mari menunaikan shalat
"Hayya 'alash sholah"
"Hayya 'alal falah" artinya Mari meraih kemenangan
"Hayya 'alal falah"
"Allahu Akbar Allahu Akbar" artinya Allah Maha Besar
"La ilaha illallah" artinya Tiada Tuhan selain Allah.

---------------




Mengapa sholat harus menghadap ka'bah ? :  https://youtu.be/NWG-UybxbsQ

Penginjil yang CINTA ISLAM, ALLAH dan RAsulullah : https://youtu.be/CT9uLrsKRv0

Daging biawak halal atau haram? : https://www.youtube.com/watch?v=sQjzyZ3y8-k

Indian Amerika ternyata Muslim ---: https://www.youtube.com/watch?v=PZFoRcOhYs4

Mengedarkan kotak amal jumat, bolehkah ? : https://www.youtube.com/watch?v=3k1E1JZbb4A

Yesus sembahyang menghadap kiblat : https://www.youtube.com/watch?v=qFU6a626l3U

Pemurtadan umat islam di malam tahun baru : https://www.youtube.com/watch?v=ZLAX6wHM81k

Promised Land untuk Arab atau Yahudi ? : https://www.youtube.com/watch?v=ahHHnhaQZhk

Apakah jilbab hanya untuk muslimah ? : https://www.youtube.com/watch?v=SalbBy7UIFE

Malam jumat angker ? : https://www.youtube.com/watch?v=J_RVOH0S15Y













Saturday, 6 February 2016

Si Kaya dan si Miskin



SAUDAGAR  KAYA & PENGEMIS


Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemi. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu.

Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu ?"

Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu; Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!"
Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, perdagangan lelaki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Tidak lama sesudahnya bekas isteri yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup berbahagia. Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya,
 “Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?" 


Suaminya menjawab,

"Berikan makan pengemis itu!"


Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, 


"Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?"

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, 


"Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah ; engkau siapa pengemis yang ada di luar itu. Dia adalah suamiku yang pertama dulu."

Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, "Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu. Aku adalah pengemis yang  dulu diusirnya!"


Roda hidup selalu berputar. kita tidak akan Pernah tahu posisi kita akan di atas atau di bawah.


Renungan :

Jangan bersikap Sombong ketika berada di atas' te'barkan Perbuatan baik dimana-mana.
InsyaAllah maka anda akan menerima balasannya

Sunday, 27 April 2014

Tipe Wanita seperti apakah anda ?

TIPE WANITA DALAM AL-QUR’AN


            Seperti halnya pakaian, kepribadian wanitapun memiliki beragam jenis dan corak. Kita diberi kebebasan untuk memilih tipe mana saja yang paling disukai. Namun perlu kita ingat, dalam setiap pilihan ada tanggung jawab yang harus dipikul.

         Oleh karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari,  Al Qur’an member tuntunan kepada setiap muslimah agar tidak salah dalam meilih kepribadian. Setidaknya ada 5 tipe wanita dalam Al Qur’an sebagai berikut :

Tipe pejuang : wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Aisyah binti Muzahim, istri Fir’aun. Walau berada dalam cengkraman Fir’aun, Aisyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Aisyah lebih memilih istana di surge dari pada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun. Allah SWT mengabadikan doanya “Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdoa: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surge dan selamatkanlah aku dari Fir;’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kauma yang zalim.”(QS. At-Tahriim:11)

Tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili Maryam binti Imran (bunda Maria). Hari harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia sangat konsisten menjaga kesucian dirinya. “Bagaimana aka nada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezinah!” demikian ungkap Maryam (QS. Maryam : 20). Demikianlah Allah mengabadikan namanya sebagai namanya sebagai  nama salah satu surat dalam Qur’an. Bunda Maaria pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan kekasih Allah, Isa putra Maryam (Yesus) (QS. Maryam : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun kartena keshalihannya daan kesuciannya.

Tipe penghasut, tukang fitnah dan biang gossip. Tipe ini diwakili Hindun, Istri Abu Lahab. Al Qur’an menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin. “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. Demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dan sabut.” (QS. AL-Lahab : 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.

Tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaiakha saat menggoda Nabi Yusuf. (QS. Yusf : 23). Yusuf berkata,”Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung”.

Tipe wanita penghianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti yang dilakukan perempuan Fir’aun. Dalam QS. At Tahriim : 11. Namun pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang berkhianat kepada suaminya yang salih. Istri nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi penghianat dakwah.

“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang salih di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri ini berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka  sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk(neraka).” (QS. AT-Tahriim : 10).

    Wanita yang dikisahkan Al Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi hingga sekarang. Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan yang kita dapatkan. Jika tipe terakhir , maka  kesengsaraanlah yang akan didapat.
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi  penerangan, dan contoh-contoh dari orang=orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. An-Nuur : 34)

Sumber : Omah Qur’an – Maret 2014

Wassalam. Semoga bermanfaat.