Showing posts with label yahudi. Show all posts
Showing posts with label yahudi. Show all posts

Tuesday, 5 April 2016

Tuhan bernama ALLAH ?



Mengapa Tuhan bernama ALLAH ?

malas baca? Lihat videonya di : https://youtu.be/dp1ds6TuBVY

Tentu pertanyaan ini pernah terbersit di pikiran kita, mengapa Tuhan disebut dengan nama Allah. Adakah nama lain? Mengapa hanya 5 huruf saja? Mengapa hanya satu nama saja, tanpa nama belakang seperti kebanyakan nama di dunia?

Mari kita mulai mencari informasinya dari Al quran dan Injil. Mengapa 2 kitab ini? Karena dari 2 kitab ini nama Allah paling banyak disebutkan dibanding kitab-kitab lainnya.

Coba tengok Al Quran  surat Al Israa (17:110) :  Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu." 

Kita bisa saja menyebutNya dengan nama apapun, tapi haruslah menyebut Tuhan dengan namaNya yang benar, haruslah nama yang Dia berikan sendiri. Harus dengan nama yang Dia perkenalkan sendiri kepada manusia.


Ada 99 nama dalam Al Quran seperti Ar Rahman (Maha Pengasih), Ar Rahim (Maha Penyayang), Al Karim (Maha Bijak),  dan sebagainya.

99 nama nama tersebut menunjukkan sifat-sifat yang dimiliki Allah yang menunjukkan ke "Maha"an Allah sebagai Tuhan pencipta Alam Semesta. Dan yang menjadi mahkotanya adalah "ALLAH".

Selain itu juga ada di surat Thaahaa (20:8) : Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik), 

Al A' Raaf (7:180) : Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. 

Al Hasyr (59:24) : Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Yang menjadi persoalan, mengapa Muslim lebih suka menyebut Tuhan dengan nama ALLAH, daripada memakai kata bahasa inggris God?. Alasannya adalah, nama nama yang lain itu dapat dipermainkan.

Sebagai contoh "God (Tuhan), jika ditambah huruf S dia menjadi "Gods" (tuhan-tuhan / dewa).

Namun tidak ada kata jamak dari "Allah".
Dia Allah yang maha Esa.

Jika kita menambahkan kata "dess" pada "God" akan menjadi Goddess (tuhan perempuan). Dalam Islam tidak ada yang namanya Tuhan laki-laki atau Tuhan perempuan. Allah tidak punya jenis kelamin seperti manusia.

Jika kita menambahkan kata "Bapak" pada nama "Tuhan" akan menjadi "tuhan bapak", seperti dalam injil "Dia adalah Tuhan Bapak, dia adalah penjagaku". Dalam Islam tidak mengenal istilah tuhan bapak.

Jika kita menambahkan kata "Ibu" pada nama "Tuhan" akan menjadi "tuhan ibu". Islam juga tidak mengenal istilah tuhan ibu. Karena dalam Islam, Tuhan tidak memiliki bapak dan ibu. Dan Tuhan tidaklah diperanakkan atau beranak.

Itulah sebabnya mengapa Muslim lebih suka memakai nama "Allah" sesuai dengan bahasa arabnya. Dan itulah alasan nama "ALLAH" juga ada hampir di seluruh  kitab suci agama-agama besar di dunia. Jika kita membaca ke 6 kitab tersebut, salah satu sifat yang diberikan kepada Tuhan adalah "ALLAH".

Jika kita tengok kitab Injil (Bible) dalam gospel Markus (15:34) :  Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?. 


 Mathius (27:46) : Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?.

Eli - Eli (atau dibaca Elai- Elai), apakah terdengar seperti Tuhan, Tuhan, atau seperti God, God, atau seperti Lord, Lord?. 
Atau lebih terdengar seperti Allah, Allah (Ellah - Ellah)?

 Hal ini sangatlah mirip, karena bahasa Ibrani dan bahasa Arab adalah bersaudara. Dan jika kita membaca kamus Yahudi, kata Eli akan terbaca "Ellah /Eloh". Jadi sama saja. Jadi nama Allah juga disebutkan dalam Bible.

Allo Upanishad". jadi kata 'Allah" ini juga disebutkan dalam kitab-kitab suci agama-agama besar dunia.
Bahkan dalam kitab Hindu, hal ini disebutkan dalam Wedha.

Ini adalah nama yang sebenarnya untuk Tuhan Yang Maha Esa.





Semoga bermanfaat. Wassalam 

(Surabaya, 16 Maret 2016).
----------------------------------

Al Quran sadis ? : https://youtu.be/JVOH4qPKwRU
ISLAM agama TERORIS dunia? : https://youtu.be/ndq630ZERYI
Tes kepalsuan Al Quran : https://youtu.be/QS3uO2oVH0E
KITAB PERJANJIAN TERAKHIR :  https://youtu.be/p06BCpr2YQY
Apa itu Quran? : https://youtu.be/uA7CcUpdcJU
Misteri Yesus menikah ------- : https://www.youtube.com/watch?v=5voxSCPz2vw
Lagu Beatles permalukan pendeta ---: https://www.youtube.com/watch?v=V47IH1yF2-w
Ternyata Yesus bersyahadat ---- : https://www.youtube.com/watch?v=QzCNugcvO3s
Nama Muhammad dalam Taurat --- : https://www.youtube.com/watch?v=RBRmJFBcmbs
Injil  bertuliskan Bismillah --- : https://www.youtube.com/watch?v=n8VG6VZVeM4




Saturday, 13 February 2016

Muallaf Yahudi


Muallaf  Yahudi-Kristen


Lihat videonya di : https://youtu.be/rAPSzjzdggA

Berlatar belakang Yahudi-Kristen. Namun pencarian spiritual pemuda berusia 23 tahun ini bermuara pada Islam. Pada usia 15 tahun, lulusan Queens College ini memutuskan bersyahadat.


Kini namanya dikenal secara luas baik di negerinya, Amerika Serikat, maupun dunia internasional setelah pengakuannya memilih islam tersebar luas dijagat maya. Alih-alih takut akan keselamatan nyawanya mengingat fobia islam kembali mengental di AS menjelang peringatan tragedi 11 September ia malah rajin menunjukkan keyakinan barunya di depan publik.

Ia misalnya, selalu pergi ke masjid setiap hari dengan menumpang’ skateboardnya,  gaya khas anak muda Amerika. Ia juga jarang berpikir dua kali untuk melakukan  ibadah shalat di Starbuck, jika kebetulan ia tengah nongkrong di sana dan waktu shalat telah tiba.

Pria bermata biru ini mengaku pantang menyembunyikan identitas keislamannya. Sebaliknya, ia mengatakan Yudeo-Kristen, Casey berada dalam posisi yang sebetulnya 'mustahil’ untuk melakukannya. Namun, itulah tekad Casey; rnembuat orang belajar menerima seorang muslim apa adanya, mulai dari cara dia berpenampilan, berbicara, dan bertindak.

Ia berusaha untuk "menantang stereotip dan kesalah pahaman orang lain di sekitarnya tentang islam. Sebagai seorang mualaf yang dibesarkan di pinggiran kota dengan latar belakang Yudeo Kristen, Casey dibesarkan di pinggiran Long Island oleh ibu yang beragama Yahudi dan ayah Katolik. Ia tumbuh dalam keluarga yang bertolak belakang dalam melihat Yesus.

Di satu sisi, kekristenan berbicara tentang Yesus sebagai Allah Putra, Allah Bapa, dan roh Kudus. Di sisi lain, Yudaisme berbicara tentang Yesus sebagai seorang mesias palsu. "Saya merasa ada dua hal ekstrem di sana, dan saya mempelajari keduanya," kata Casey.

Dan kemudian, pasca serangan 11 September 2001, pemahaman mulai berubah. Dia baru berusia 13 tahun saat dua menara kembar WTC itu runtuh. Sejak itu, ia rajin berselancar di dunia maya mengorek isi ajaran islam, yang pada awalnya dituduhkan berada di balik serangan itu.

 Ia menemukan doktrin yang lebih masuk akal tentang Yesus: dia seorang nabi, seorang pria yang menyampaikan firman Allah. Tidak lebih, tidak kurang.

"Ketika saya mulai belajar tentang islam, saya seperti" Ini dia. Ini adalah agama itu," katanya. Dua tahun kemudian, pada usia 15 tahun, ia masuk Islam. (Orang tuanya menolak memberikan komentar untuk cerita ini). Sejak itu, pria yang baru-baru mulai mengajar sejarah di sebuah sekolah Islam di Brooklyn, telah berupaya untuk meluruskan kecurigaan publik Amerika pada islam. Tak hanya melalui perbuatan  seperti bershalat di tempat umum dan ramah pada siapa saja, ia juga aktif berdakwah melalui blognya yang bertajuk 'Dawah Addict’. Tema-tema seperti 'Muhammad dalam Alkitab’ dan 'Bagaimana Menjadi Seorang Muslim' diulasnya tanpa canggung.

"Ketika pertama kali menjadi muslim, dan masih terdengar hingga hari ini, orang-orang berkata,’Mengapa tidak ada lebih banyak muslim yang mengatakan terorisme adalah buruk? Mengapa tidak ada muslim di luar sana mengatakan tentang islam yang sebenarnya?'," kata Casey. "Dan saya pikir yah, saya akan melakukannya jika tidak ada orang lain yang akan melakukannya".

Saluran Casey di YouTube memiliki lebih dari 5.000 pelanggan dan hampir setengah juta pengunjung. Meskipun pendengarnya terus tumbuh, dia juga mengalami hambatan, antara lain berbagai bentuk komentar marah dan sanggahan. Namun, dia tak surut ke belakang. Alasannya sederhana: ”Saya merasa seperti
saya memiliki tanggung jawab kepada orang-orang di Amerika,” katanya, ”Karena ini adalah tempat saya tumbuh dan ini adalah rumah saya, dan saya ingin berbagi apa yang membuat saya sangat bahagia dan telah membawa saya kedamaian begitu banyak”.

Wassalam....
----------------------------

ISLAM agama TERORIS dunia? : https://youtu.be/ndq630ZERYI
Tes kepalsuan Al Quran : https://youtu.be/QS3uO2oVH0E
Apakah jilbab hanya untuk muslimah ? : https://www.youtube.com/watch?v=SalbBy7UIFE
Hijab bunda Maria bertuliskam Bismillah : https://www.youtube.com/watch?v=oBev7HU6v3Q
Rahasia angka 19 : https://www.youtube.com/watch?v=ezTKijQ6tu8
Nama Muhammad dalam Taurat --- : https://www.youtube.com/watch?v=RBRmJFBcmbs








Thursday, 1 October 2015

Hukum Bertransaksi Dengan Orang Kafir


Apa Hukum Bermuamalah Dengan Orang Kafir ?


Pertama  
Boleh melakukan transaksi dengan mereka dalam perdagangan dan sewa-menyewa selama alat tukar, keuntungan, dan barangnya dibolehkan oleh syariat Islam. Jika alat tukarnya diharamkan (misalnya khamr dan daging babi) atau keuntungannya diharamkan (seperti bungan dan riba) atau barangnya diharamkan (seperti anggur yang akan dijadikan khamr) atau memiliki dan menyewakan barang untuk perbuatan haram, itu semua diharamkan oleh syariat Islam, begitu pula barang yang digunakan orang kafir dalam memerangi kaum muslimin.

Kedua
Wakaf mereka, baik untuk diri mereka sendiri atau orang lain, dibolehkan selama hal itu merupakan wakaf terhadap kaum muslimin yang dibolehkan. Misalnya, derma terhadap fakir miskin, perbaikan jalan, derma terhadap ibnu sabil, dan semacamnya. Jika ia memberi wakaf kepada anaknya dengan syarat anaknya harus kembali kafir, haram menandatangi wakaf tersebut. Jika mereka memberi wakaf untuk gereja mereka, juga haram ditandatangani secara hukum, karena hal itu mengandung makna menolong mereka dalam kekufuran.

Ketiga 
Seorang muslim laki-laki boleh menikahi wanita ahli kitab, baik Yahudi maupun Nasrani. Sebagian ulama berpendapat bahwa ketika menikahi wanita ahli kitab akan menimbulkan mudarat bagi si laki-laki muslim, khususnya fitnah terhadap agamanya dan semacamnya, maka pernikahan itu diharamkan.

Keempat 
Boleh memberi pinjaman dan atau meminjam dari mereka walaupun dengan cara menggadaikan barang. Sebab, diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. meninggal dunia sedangkan baju perangnya digadaikan kepada seorang Yahudi.

Kelima 
Orang kafir boleh melakukan perdagangan di negeri kaum muslimin selama perdagangan itu pada hal-hal yang dibolehkan secara syar'i, dan mereka harus menyerahkan sepuluh persen keuntungannya sebagai pajak yang harus digunakan bagi kepentingan umum kaum muslimin.

Keenam 
Ahli kitab yang berada dalam perlindungan keamananan kaum muslimin harus membayar penuh.

Ketujuh 
Jika ahli kitab itu tidak sanggup membayar jizyah, maka ia dibebaskan, dan jika ia miskin, maka ia disantuni dari Baitul Mal kaum muslimin.

Kedelapan 
Haram membolehkan mereka membangun rumah ibadah mereka di negeri muslim, dan geraja yang terdapat di negeri kafir yang dimasuki kaum muslimin tidak boleh dihancurkan, tetapi bila bangunan itu sudah runtuh, maka tidak boleh memperbaharui bangunannya.

Kesembilan 
Hukum yang diberlakukan pada mereka harus dihapus, jika dalam agama mereka hal itu merupakan kebolehan. Tetapi, haram menyampaikan itu secara terang-terangan kepada mereka.

Kesepuluh 
Jika perbuatan itu haram dalam agama mereka, lalu mereka melakukannya, mereka harus dihukum.

Kesebelas
 Orang dzimmi (non-muslim yang berada di negeri muslim) dan mu'ahid (non-muslim yang mempunyai perjanjian damai dengan negeri muslim) tidak boleh diganggu selama mereka melaksanakan kewajiban mereka dan tetap mematuhi perjanjian.

Kedua belas
 Hukum qisas atas nyawa dan seterusnya juga diberlakukan terhadap mereka.

Ketiga belas
 Boleh melakukan perjanjian damai dengan mereka, baik karena permintaan kita maupun karena permintaan mereka selama hal itu mewujudkan maslahat umum bagi kaum muslimin dan pemimpin kaum muslimin sendiri cenderung ke arah itu, berdasarkan firman Allah Taala yang artinya, "Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya?." (Al-Anfal: 61). Tetapi, perjanjian damai itu harus bersifat sementara dan tidak mutlak.

Keempat belas
 Darah, harta, dan kehormatan kaum dzimmi dan mu'ahid adalah haram.

Kelima belas
 Jika mereka tergolong ahlul harbi (harus diperangi), tidak boleh memerangi mereka sebelum diberi peringatan.

Keenam belas
 Orang kafir yang tidak terlibat dalam memerangi kaum muslimin, baik dengan pendapat dan perencanaan maupun dengan dirinya secara langsung (seperti anak-anak, wanita, rahib dalam rumah ibadahnya, orang tua jompo, orang sakit, dan semacamnya) tidak boleh diganggu dan diperangi.

Ketujuh belas
 Orang yang berlari menghindari berperang dengan mereka tidak boleh dibekali dan apa yang ditinggalkannya dianggap harta rampasan perang.

Kedelapan belas
 Jika pemimpin kaum muslimin menyatakan sahnya kepemilikan mereka atas tanah, hak itu dianggap sah dan benar. Namun, mereka harus membayar pajak dan tanah. Jika tidak mau membayarnya, tanah itu harus diserahkan kepada kaum muslimin untuk dibangun. Hal ini jika negeri mereka dibebaskan kaum muslimin dengan perang, karena statusnya adalah harta rampasan perang.

Kesembilan belas
 Jika orang kafir itu termasuk ahlul harbi (wajib diperangi), mereka boleh dijadikan budak, baik laki-laki maupun wanita, selama belum ada perjanjian damai dengan mereka.


Sumber: Al-Madkhal li dirasat al-Aqidah al-Islamiyyah 'ala Madzhabi Ahl as-Sunnah wa al-Jama'ah, Dr. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah al-Buraikan


Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
=======================================================

Perang Salib

Sejarah Perang Salib


Apakah perang salib (491--692 H/1097--1292 M) itu? 

Ada yang menjawab bahwa gerakan itu tidak lepas dari rangkaian pertentangan antara Barat dan Timur, seperti antara Persia dan Romawi, kemudian lenyap dan meletus lagi dengan dahsyat dalam bentuk pertentangan agama antara Islam (Timur) dan Kristen (Barat).

Ada juga yang memberikan jawaban bahwa gerakan itu tidak lepas dari rangkaian perpindahan penduduk Eropa setelah kejatuhan imperiun Barat pada abad ke-5. Sebagian lagi menyodorkan jawaban bahwa gerakan itu merupakan kebangkitan kembali agama di Eropa Barat yang dimulai sejak abad ke-10 dan mencapai puncaknya pada abad ke-11. Pada abad-abad sebelumnya "jemaah haji" Kristen ke Bait al-Maqdis dari Eropa Barat bisa dihitung dengan jari. Namun, pada abad ke-11 datang ratusan jemaah yang dipimpin oleh uskup dan bangsawan dalam bentuk demonstrasi keagamaan secara damai menuju tempat-tempat suci di Syam.

Perang Salib yang dikumandangkan mulai tahun 1095 merupakan wujud 'gerakan haji' secara masal ke Bait al-Maqdis yang sebelumnya dilakukan secara damai, kini dilakukan melalui peperangan dan permusuhan. Alasannya, karena di Eropa Barat tersebut tersebar berita-mungkin dilebih-lebihkan, mungkin pula semacam hasutan dengan menggunakan sentimen agama-bahwa jemaah haji itu sering mendapat gangguan dari kaum muslimin, terutama setelah dinasti Salajiqah menguasai Bait al-Maqdis pada tahun 1071, kemudian menguasai Antioch tahun 1085 dan mengusir orang-orang Bizantium dari sana. Inilah yang meyakinkan orang Barat akan perlunya menggunakan kekerasan dalam rangka pengamanan jemaah haji dari Eropa Barat ke Syam.

Dr. Said Abd Fatah 'Asyur, dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Syed Ahmad Semait, Perang Salib, menyimpulkan sebagai berikut. "Perang salib adalah gerakan besar-besaran pada abad pertengahan, yang bersumber dari Kristen Eropa Barat, berbentuk serangan penjajahan atas negara-negara kaum muslimin, khususnya di Timur Dekat dengan maksud menguasainya. Gerakan ini bersumber dari kondisi pikiran, sosial, ekonomi, dan agama yang menguasai Eropa Barat pada abad ke-11. Tindakan itu diambil setelah ada permintaan bantuan dari orang-orang Kristen Timur dalam melawan kaum muslimin dengan memakai tirai agama untuk menyatakan keinginan dirinya agar terbukti dalam bentuk tindakan secar meluas."

Kondisi masarakat Eropa Barat menjadi penyebab terjadinya perang salib itu. Motifnya pun sangat kompleks. Baik agama, sosial, politik, maupun ekonomi semuanya berjalin-kelindan. Faktor agama memang diaktifkan untuk membangkitkan semangat yang menyeluruh dan kesediaan berkorban. Namun, agama bukanlah satu-satunya faktor pembangkit perang salib.


Faktor-Faktor Pendorong Perang Salib

Sebab-sebab terjadinya Perang Salib secara umum di antaranya adalah sebagai berikut. 

(1) Adanya desakan dinasti Salajiqah terhadap posisi dan kedudukan kekuasaan Bizantyium di Syam dan Asia Kecil. Bahkan, Bizantium merasa lebih terancam setelah Salajiqah memenangkan pertempuran yang sangat menentukan di Muzikert pada tahun 1071. Karena itu, tidak heran kalau Emperor meminta bantuan dari Eropa Barat, termasuk dari Paus yang kekuasaannya cukup besar.

(2) Faktor agama. Faktor ini cukup dominan dalam mengobarkan Perang Salib meskipun persoalannya sebenarnya cukup kompleks. Agama Kristen berkembang pesat di Eropa Barat terutama setelah Paus mengadakan pembaruan. Sementara itu, Kristen mendapat saingan agama-agama lain, terutama Islam yang berjaya mengambil alih kekuasaan Bizantium di Timur yang juga menganut agama Kristen seperti Siria, Asia Kecil, dan Spanyol. Spanyol adalah benteng Eropa bagian barat dan Konstantinofel adalah benteng Eropa sebelah timur. Kedua pintu gerbang ini telah digempur kaum muslimin sejak dinasti Bani Umayyah, dilanjutkan oleh dinasti 'Abbasiah, kemudian dinasti Saljuq. Oleh karena itu, tidak heran kalau Eropa merasa gentar menghadapi perkembangan kekuasaaan Islam yang dianggapnya sebagai pesaing.

Sementara itu, pada abad ke-11 kedudukan Paus mulai diangap penting. Ia menjadi pemimpin semua aliran Kristen, baik di Barat maupun di Timur. Ia berambisi untuk menyatukan semua gereja. Pada waktu itu gereja terpecah menjadi dua: gereja Barat dan gereja Timur, itu terjadi setelah Konferensi Rum pada tahun 869 M dan Konferensi Konstantinofel pada tahun 879 M. Mereka berbeda paham tentang roh Kudus.

Paus berusaha menundukan gereja ortodok Timur, tetapi pertentangan antara gereja Barat dengan kekaisaran Bizantium menghambat niat Paus ini. Datanglah peluang emas bagi Paus untuk melaksanakan niatnya itu ketika ada permintaan bantuan dari Bizantium untuk menghadapi tekanan Salajiqah. Peluang emas ini dimanfaatkan juga agar Paus muncul sebagai pemimpin tunggal untuk semua rakyat masehi dalam berjuang melawan kaum muslimin, dan sekaligus bercita-cita menyatukan gereja Timur dan gereja Barat di bawah pimpinan Paus Butros. Semuanya dilakukan dengan memakai kedok agama untuk memerangi kaum muslimin, menyelamatkan Bizantium, dan mengembalikan tanah-tanah suci di Palestina.

Pada tahun 1009 gereja Al-Qiyamah dihancurkan oleh Al-Hakim sehingga "jemaah haji" Kristen mengalami gangguan ketika melewati Asia Kecil. Sentimen agama ini terlalu dibesar-besarkan di Eropa Barat. Seorang paderi, Patriarch Ermite, menjelang perang Salib berkeliling Eropa. Dengan berpakaian compang-camping, kaki telanjang dan mengendarai keledai, ia berpidato sambil menceritakan penghinaan pemerintah Saljuq terhadap kesucian Nabi Isa. Dengan cara ini, ia berhasil mengumpulkan ribuan orang untuk menyerbu Bait al-Maqdis demi kesucian agama mereka. Karena semata-mata didorong oleh sentimen agama, tanpa organisasi dan perencanaan yang matang, tentara mereka yang sebagian rakyat biasa akhirmnya kandas di perjalanan. Begitulah sebagaimana diutarakan Dr. Shalaby dengan mengutif karya Wells, A Short History of the Midle East.

(3) Faktor ekonomi. Faktor ini juga turut berperan dalam mendorong terjadiny Perang Salib. Ketika Eropa Barat-terutama Prancis-melancarkan propaganda perang Salib, negaranya sedang sedang menghadapi krisis ekonomi. Karena itu, sejumlah besar golongan faqir dan kaum kriminal menyambut seruan ini, bukan karena panggilan agama, tetapi karena panggilan perut. Buktinya, mereka merampok serta merampas makanan dan harta benda sesama orang Kristen dalam perjalanan menuju Konstantinopel ketika menyerbu Bait al-Maqdis. Hal ini sebenarnya bertentangan dengan ajaran agama mereka.

Selain itu, saat itu timbul "tiga besar" (Venice, Genoa, dan Pisa) yang ditopang oleh pemerintahan Italia, yang memberikan bantuan terutama berupa armada laut. Pemerintah Italia bermaksud hendak menguasai dan menduduki pelabuhan-pelabuhan timur dan selatan Mediterania, seperti pelabuhan-pelabuhan di Syam, supaya perdagangan Timur dan Barat dapat mereka kuasai.
Kepentingan ekonomi ini nampak ketika tentara Salib mengarahkan serangannya ke Mesir.

(4) Faktor sosial-politik juga memainkan peranan yang dominan dalam konflik Perang Salib ini. Hal itu dapat dilihat dari gejala berikut.

Pertama, masyarakat Eropa pada abad pertengahan terbagi atas tiga kelompok: (1) kelompok agamawan yang terdiri dari orang-orang gereja dan orang-orang biasa; (2) kelompok ahli perang yang terdiri dari para bangsawan dan penunggang kuda (knights); dan (3) kelompok petani dan hamba sahaya. Dua kelompok pertama merupakan kelompok minoritas yang secara keseluruhan merupakan institusi yang berkuasa dipandang dari segi sosial-politik yang aristokratis, sedangkan kelompok ketiga merupakan mayoritas yang dikuasai oleh kelompok pertama dan kedua, yang harus bekerja keras terutama untuk memenuhi kebtuhan kedua kelompok tersebut. Karena itu, kelompok ketiga ini secara spontan menyambut baik propaganda perang Salib. Bagi mereka, kalaupun harus mati, lebih baik mati suci daripada mati kelaparan dan hina, mati sebagai hamba. Kalau bernasib baik, selamat sampai ke Bait al-Maqdis, mereka mempunyai harapan baru: hidup yang lebih baik daripada di negeri sendiri.

Kedua, sistem masyarakat feodal, selain mengakibatkan timbulnya golongan tertindas, juga menimbulkan konflik sosial yang merujuk kepada kepentingan status sosial dan ekonomi, misalnya sebagai berikut. (1) Sebagian bangsawan Eropa bercita-cita, dalam kesempatan perang Salib ini, mendapat tanah baru di Timur. Hal ini menarik mereka karena tanah-tanah di Timur subur, udaranya tidak dingin, dan harapan mereka bahwa tanah itu aman di banding dengan di Eropa yang sering terlibat peperangan satu sama lain. Dalam proses perang Salib nanti akan nampak bahwa dorongan ini merupakan faktor terlemah tentara Salib karena timbul persaingan bahkan konflik.

(2) Undang-undang masyarakat feodal mengenai warisan menyebabkan sebagian generasi muda menjadi miskin karena hak waris hanya dimiliki anak sulung. Dengan mengembara ke Timur, melalui perang Salib, anak-anak muda ini berharap akan memiliki tanah dan memperoleh kekayaan.

(3) Permusuhan yang tak kunjung padam antara pembesar-pembesar feodal telah melahirkan pahlawan yang kerjanya hanya berperang. Kepahlawanan dalam berperang adalah kesukaan mereka. Ketika propaganda perang Salib dilancarkan, mereka bangkit hendak menunjukan kepahlawanannya. Kepahlawanan mereka selama ini disalurkan melalui olahraga sehingga mereka kurang memperoleh kepuasan.

(4) Besarnya kekuasaan Paus pada abad pertengahan, yang nampak dari ketidakberdayaan raja untuk menolak permintaan Paus. Kalau raja menolak, ia dikucilkan oleh gereja yang mengakibatkan turunnya wibawa raja di mata rakyat. Hal ini terbukti ketika raja Frederik II terpaksa turut berperang dengan membawa tentara yang sedikit, dan membelok ke Syam ketika ia seharusnya memberikan bantuan ke Mesir (Dimyat). Ia tidak bersemangat untuk berperang. Ia menghubungi Sultan al-Malik al-Kamil untuk menerangkan posisinya bahwa ia tidak membawa misi suci (dorongan gereja). Karena itu, ia memintanya untuk menjaga rahasianya (menipu Paus) agar tidak diketahui orang Jerman.

Nanti akan kita lihat bahwa Frederik II menempuh perdamaian dengan Al-Kamil, suatu perdamaian yang oleh Paus dianggap tidak memuaskan.

Demikianlah uraian tentang beberapa sebab dan motif terjadinya Perang Salib yang oleh K. Hitti disebutkan sebagai "Complexity on causation and motivation".

Para ahli sejarah meyakini bahwa sentimen agama pertama kali dikobarkan oleh Paus Urban II melalui khotbahnya tanggal 26-11-1095, di Council of Clermont. Council ini dihadiri oleh orang-orang gereja dan raja-raja Eropa. Seruan Paus yang terkenal dan cukup efektif antara lain: "Enter upon the road to the holy spulcrhe, wrest it from the wicked race and subject it". (Nurhakim Zaki)


----------------------------------

Perang Salib (II)


Ada beberapa penafsiran tentang berapa kali Perang Salib itu terjadi. Batas antara Perang Salib yang satu dengan yang lainnya secara pasti tidak dapat ditentukan. Menurut K. Hitti tiga kali, menurut Shalaby tujuh kali, sedangkan menurut Sa'ad Abd Fatah 'Asyur delapan kali. Karena itu, untuk memastikan kebenarannya, perlu penelitian lebihn lanjut. Saya akan menguraikan apa yang ditulis Syalaby.

Perang salib I
Ide Perang Salib I bersumber dari pidato Paus Urban II pada tahun 1095 di Clermont, daerah tenggara Prancis. Ia menganjurkan perang suci melawan kaum muslimin di Timur dengan satu teriakan: "Inilah kehendak Tuhan" (Deus vult). Hal ini sebagai hasil pendekatan berkali-kali kepada Paus Urban II oleh Emperor Alexius Comnenus yang posisinya sedang terdesak di Asia kecil oleh dinasti Saljuq. Pada tahun 1097 sebanyak 150.000 orang, sebagian besar dari Jerman dan Normandia, dikerahkan dalam tiga angkatan di bawah pimpinan Raja Godfrey, Raja Bohemond, dan Raja Raymond. Mereka bertemu di Konstantinofel.

Tetapi, tampaknya tidak semua raja di Eropa menopang gerakan salib ini. Dalam pertemuan bersejarah di Clermont itu, ada juga yang tidak hadir untuk menyatakan keikutsertaannya. Dari semula Paus Urban II merasa perlu dukungan dari kekuatan sekular. Para uskup bersidang dan mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa setiap yang turut serta dalam perang suci akan mendapatkan pengampunan dosa dan kekayaan para bangsawan selama berperang dalam pengamanan gereja. Sidang itu juga menghasilkan kesepakatan, sebagai simbol gerakan, bahwa pakaian setiap orang yang turut berperang akan diberi tanda salib merah pada bagian pundak dan punggung dan gerakan diarahkan menuju Konstantinofel. Keputusan lainya, siapa saja yang pulang tanpa menunaikan tugasnya akan menerima hukuman dari gereja.
Angkatan Perang Salib I ini terdiri dari tiga kelompok. Kelompok pertama dipimpin oleh Raja Godfrey of Bouillon dari Lorraine dan saudaranya, Baldwin. Kelompok kedua dipimpin oleh Bohemond dari Normandia. Dan, angkaan ketiga dipimpin oleh Raymond IV dari Provinve, yang didampingi utusan pribadi Paus, Uskup Adheman. Di samping itu, Raymond memperingatkan Paus akan pentingnya bantuan dari Genoa, yaitu bantuan angkatan lautnya. Akhirnya, Gemoa memberikan bantuan dua belas kapal perang untuk menopang Perang Salib ini. Karena itu, Genoa mendapat hak atas pelabuhan-pelabuhan Syiria.
Ketiga kelompok tentara Salib tersebut, setelah sampai di Konstantinofel, harus tunduk kepada pimpinan dan komando Kaisar Alexius Comenus. Pada mulanya ada perlawanan terutama dari Godfrey dan Raymond. Namun, akhirnya mereka terpaksa tunduk kepada kekuasaan Bizantium. Di samping itu, Kaisar Bizantium dapat memaksakan suatu perjanjian: "Setelah menaklukan daerah-daerah di Asia Kecil dan dan di Syam, para raja harus mengembalikan daerah-daerah bekas kekuasaan Bizantium yang di rebut oleh Saljuq".
Dari fakta-fakta tersebut nampak bahwa pihak Bizantium Timur, Alexius, cukup berpengalaman dalam memaksakan keinginannya mempertahankan daerah-daearah jajahannya. Dari pihak raja-raja juga sebenarnya hendak mendirikan pemerintahan masing-masing. Perlawanan terhadap kekaisaran Bizantium dibalas dengan pemboikotan bahan makanan, sehingga mereka tidak berdaya menghadapi Kaisar Alexius itu, seperti terjadi terhadap Godfrey. Peselisihan Emperor dengan Raymond tidak setajam dengan Godfrey karena dapat diredakan oleh utusan Paus, Adhemar. Namun, perselisihan ini berlanjut ampai raja-raja mengingkari janjinya. Ini merupakan kelemahan pihak tentara Salib, sehingga Paus menjadi kecewa.

Pada permulaan 1097 tentara Salib mulai menyeberangi Selat Bosforus bagaikan air bah. Mereka berkemah di Asia Kecil yang ketika itu dikuasai oleh Dinasti Saljuq, Qolej Arslan. Mula-mula mereka mengepung pelabuhan Naicaea selama sebulan sampai jatuh ke tangan tentara Salib pada tanggal 18 Juni 1097. Ini berarti Bizantium telah merebut kembali apa yang telah dikuasai dari Antioch selama enam tahun. Tentara Bizantium di bawah pimpinan Emperor mengadakan perundingan dengan penguasa kaum muslimin seputar penyerahan kota itu kepadanya, dengan jaminan muslim Turki akan diselamatkan. Hal ini mengejutkan tentara Salib karena merasa kalah cepat oleh kelihaian Emperor.
Tentara Salib terus maju. Pertempuran di Darylaeum (Eski-Shar) meluas ke tenggara Nicaea sampai akhir 1097. Tentara Salib meraih kemenangan karena Saljuq dalam keadaan lemah. Mereka berhsil memasuki selatan Anatolia dan Provinsi Torres. Di bawah pimpinan Baldwin, mereka mengepung Ruha, yang penduduk Armenianya beragama Kristen. Rajanya, Turus, telah melantik Baldwin untuk menggantikannya setelah ia mati, sehingga Baldwin dapat menaklukan Ruha pada tahun 1098.

Bohemond menaklukan Antioch, ibu kota lama Bizantium, pada tanggal 3 Juni 1098 setelah susah payah mengepungnya selama sembilan bulan. Antioch termasuk benteng yang sangat kuat karena secara geografis sangat strategis--setelah konstantinofel-- dengan gunung-gunungnya yang mengelilingi sebelah utara dan timur, dan sungai yang membatasinya. Jatuhnya Antioch dari Yagi Sian (Saljuq) disebabkan oleh berpecah-belah dan lambatnya bantuan dari Salajiqoh Persia (Karbugha), serta terjadinya pengkhianatan di dalam Antioch sendiri oleh bangsa Armenia yang tentu memihak Kristen. Bantuan logistik dan perlengkapan dari Inggris dan armada laut Genoa yang tiba di pelabuhan Suwaida semakin memperkuat tentara Salib.

Bahemond telah menunjukan keberaniannya yang luar biasa. Ketika tentara Salib mengalami krisis dalam pengepungan Antioch ini, ia pura-pura bersedia pulang ke Italia. Dengan sendirinya tentara meminta-minta agar tidak ditinggalkan oleh pemimpinnya, terutama pada saat yang kritis, ketika mendapat serangan tentara gencar dari tentara Saljuq. Ia menuduh panglima Bizantium, Titikios, telah mengkhianati tentara Salib karena mengadakan hubungan rahasia dengan penguasa Saljuq-Turki untuk menghancurkan tentara Salib. Hal ini menyebabkan kemarahan tentara Salib meluap-luap. Akhirnya, Tatikios dengan tentaranya lari melalui pelabuhan Suwaida ke Pulau Cyprus karena takut dibunuh tentara Salib. Nampaknya kali ini Bahemond berhasil menempatkan dirinya sebagai satu-satunya panglima-- setelah mendapat pengalaman menghadapi kaki tangan Emperor di Nicaea--sehingga ada alasan untuk tidak menyerahkan Antioch kepada Emperor Bizantium. Di sini nampak persaingan kekuasaan antara Bizantium dan raja Eropa.
Setelah penaklukan Antioch, Bohemond dapat menguasai daerah-daerah sekitarnya. Raymond menguasai sebelah barat daya Antioch dan tidak mau menyerahkannya kepada Bohemond, karena sebenarnya ia pun berambisi menguasai seluruh Antioch. Krisis ini baru bisa diselesaikan setelah Raymond diserahi pimpinan untuk penyerangan ke Yerusalem, karena ia mempunyai peluang untuk menguasai daerah yang lebih luas di tanah suci itu. Akhirnya, Antioch berada di bawah kekuasaan Kristen selama kurang lebih seperempat abad.
Dalam perjalanan ke Baitul Maqdis, Raymond mengadakan hubungan kerja sama dengan amir-amir Arab, antara lain dengan Muwaranah yang memberikan bantuan kepada tentera Salib. Pemerintah Tripoli dan Beirut juga memberikan bantuan kepada tentara Salib, mungkin karena Solidaritas agamanya lebih diutamakan daripada tanah airnya, atau karena tidak tunduk kepada tentara Turki. Dalam tempo satu bulan, Yerusalem sudah dapat direbut pada tanggal 15 Juli 1099. Kekalahan kaum muslimin Dinasti Fatimiyah yang menguasai Bait al-Maqdis sudah dapat dipastikan, karena kota-kota penting yang merupakan pintu gerbang satu-persatu telah ditaklukan. Jumlah tentara Salib jauh lebih banyak daripada tentara Fatimiyah, yaitu 40.000 orang (20.000 orang merupakan tentara terlatih).

Penaklukan Bait al-Maqdis oleh tentara Salib diwarnai dengan pembantaian yang tak pandang bulu (indiscriminate massacre). Kaum muslimin--meliputi semua umur dan jenis yang tak berdaya--dibantainya. K. Hitti menuliskan, "Heaps of heads and hand feet were to be seen throughout the street and squares of the city." Para ahli sejarah mencatat jumlah korban pembantaian itu sekitar 60.000--100.000 orang lebih. Peristiwa yang kejam ini (jika dibandingkan dengan penaklukan Shalahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali Bait al-Maqdis) tentu menimbulkan pertanyaan, "Benarkah motivasi agama (Kristen) menjiwai perang ini?"

Akhirnya misi tentara Salib tercapai, yaitu merebut Bait al-Maqdis dan berhasil mendirikan pemerintahan, masing-masing Baldwin memegang tampuk kekuasaan di Ruha (1098), Bohemond menguasai pemerintahan di Antioch, dan Godfrey menjadi penguasa di Yerusalem, karena Raymond tidak terpilih menjadi penguasa di sana. Godfrey meninggal dunia dan digantikan saudaranya, Baldwin I, tanpa ada yang menyaingi karena Bohemond ditawan Raja Al-Ghazi Kamusytakin Turki.

Meskipun Yerusalem telah dikuasai, peperangan di Syam terus berlangsung. Raja Yerusalem menyerahkan kepemimpinan kepada Raymond (1101) untuk menaklukan Tripoli di Syam. Kaum muslimin di Tripoli dapat mempertahankan pengepungan Salib selama delapan tahun. Pada tahun 1109, Tripoli jatuh ke tangan tentara Salib, tetapi Raymond tidak sempai menyaksikan kejatuhan kota itu karena meninggal dunia (1105) ketika pengepungan mencapai puncaknya. Ia digantikan oleh Wiliam Yordan, yang meninggal dunia pada tahun 1108. Wiliam kemudian diganti oleh Bertrand. Pada zaman Bertrand, Tripoli dapat ditaklukan. Kota-kota penting lain yang ditaklukan ialah Akka (ditaklukan pada tahun 1104) dan Sur (ditaklukan pada tahun 1124). 

--------------------------

Perang Salib (III)

Selama Perang Salib sudah nampak kelemahan di pihak tentara Salib, yaitu perselisihan dan persaingan antara raja-raja dengan Emperor Alexius dan persaingan antara raja-raja sendiri, apalagi ketika musuh bersama mereka sudah tidak berdaya lagi. Kelemahan itu bertambah dengan kembalinya sebagian besar tentara Salib ke Eropa. 

Di pihak lain, kaum muslimin yang menyadari kelemahannya mulai mengonsolidasikan diri. Dari selatan, tentara Salib mulai didesak oleh tentara Mesir sehingga Ar-Ramlah dapat ditaklukan pada tahun 1102 melalui pertemperan yang hebat. Dari utara mereka mendapat serangan dari kerajaan-kerajaan Atabek yang didirikan di atas reruntuhan dinasti Salajiqoh, anatar lain Atabek al-Mausal yang dipimpin oleh Imadiddim Zangi pada tahun 1127. Prof K. Ali pernah menggambarkan pribadi Imaduddin Zangi, anak Sultan Malek Syah ini sebagai berikut, "Ia lebih mencintai sadel kuda daripada tempat tidur sutera, lebih senang menjadi pemimpin pertempuran daripada menikmati lagu dan musik yang indah, dan lebih memilih berbicara dengan senjata daripada bersenda gurau dengan wanita cantik." Ia mampu menahan perluasan kekuatan Salib, bahkan mampu menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai Kristen satu per satu, sehingga Ruha (Edessa) dapat ditaklukan lagi pada tahun 1144. Edessa dianggap oleh orang Kristen sebagai kota suci. Karena itu, di sana didirikan keuskupan. Ketika Imaduddin dan tentaranya memasuki daerah itu, mereka tidak menghukum semua orang Kristen, kecuali yang ikut berperang dan membantu tentara Salib Jerman. Imaduddin dibunuh oleh tentaranya sendiri ketika beroperasi di Kalat-Jabir. Putranya, Nuruddin Zangi, kemudian menggantikannya dan menjadikan Aleppo sebagai pusat pemerintahannya. Pada masa Nurudin inilah terjadi Perang Salib II.

Paus Eugenius III memilih seorang dai, Padri Bernand, untuk berbicara atas nama Paus. Ia pandai membakar semangat orang-oarang Eropa untuk membantu orang-orang Salib di Timur. Padri ini berhasil mempengaruhi Louis VII, raja Prancis, dan Conrand III, raja Jerman, untuk memimpin serangan baru menyelamatkan wilayah Kristen di Syam itu. Baron-baron dari kedua negara itu turut serta mengikuti jejak raja-raja mereka.
Tentara Jerman lebih dahulu bergerak menyeberangi Sungai Danube menuju Konstantinopel. Di sana mereka disambut Emperor Manual yamng memiliki semangat tanpa perhitungan matang dan tidak sepandai Alexius. Sesampainya tentara Jerman ke Asia Kecil, dengan mudah tentara Islam menggempurnya sampai sebagian besar tentara Jerman ini terbunuh. Demikian pula nasib tentara Prancis yang sampai ke Konstantinopel, mereka mengalami nasib yang sama seperti tentara Jerman--selain banyak yang mati karena wabah penyakit. Sisa-sisa tentara mereka berangkat juga menuju Syiria hendak mengepung Damaskus. Akan tetapi, Nuruddin Zangi dapat menghalau mereka. Kedua anak raja ini pulang ke Eropa, Perang Salib II selesai.
Penyebab kegagalan tentara Salib adalah tidak adanya kerja sama yang baik antara meraka. Satu dengan yang lain tidak saling mempercayai karena masing-masing merasa khawatir kekuasaannya akan dicaplok, ditambah lagi wabah penyakit terutama yang menimpa tentara Prancis, di samping serangan yang tidak dilakukan secara serempak seaperti pada Perang Salib II.

Sejak Dinasti Zangi memegang kembali pimpinan, perimbangan kekuatan berubah lagi. Kemenangan Nuruddin mempertinggi semangat untuk menaklukan lagi wilayah-wilayah yang dikuasai Kristen. Pada tahun 1149, ia menaklukan Antioch, pada tahun 1151 menaklukan Ruha (Edessa), dan tahun 1164 menawan Bohemond III dan Raymond III yang memerintah Tripoli. Kemudian, Nuruddin mengambil alih Damaskus dari Muiddin Umar yang dianggapnya lemah dalam menghadapi gerakan Salib, bahkan secara rahasia ia berusaha mengkhianati Nuruddin. Yang penting pula Nuruddin mengirimkan seorang panglima yang gagah berani, Asaduddin Syirkuh, ke Mesir dalam rangka memperkuat sayap kiri menghadapi tentara Salib. Syirkuh diterima baik oleh rakyat Mesir dan Khalifah Fatimiyyah. Ia diangkat sebagai perdana menteri, dan praktis memegang kekuasaan pada tahun 1169. Namun, tidak lama kemudian ia wafat. Kedudukannya lalu digantikan oleh Shalahuddin al-Ayyubi yang melanjutkan jabatan perdana menteri pada masa Khalifah Al-Adhid. Di samping memperkuat sayap kiri barisan kaum muslimin, Shalahuddin juga memberi peluang timbulnya dinasti Al-Ayyubi. Peristiwa demi peristiwa terjadi pada masa kekuasaannya, sehingga Salahuddin akhirnya menutup riwayat Khilafah Fatimiyah Syi'iyah. Ia berhasil mengembalikan Mesir kepada Ahli Sunnah, dan tunduk kepada Khalifah Abbasiyyah di Baghdad. Selanjutnya ketika Nuruddin Zangi meninggal dan digantikan anaknya, Ismail, terbuka kesempatan bagi Shalahudin untuk mengambil alih kekuasaan. Ia berusaha keras mengadakan konsolidasi, menggabungkan daerah-daearah yang belum tunduk kepada kekuasaan Nuruddin. Penting juga untuk dicatat, dengan berkuasanya Salahuddin di Mesir, pusat kekuasaan Islam beralih ke Selatan, sehingga Mesir menjadi markas utama dalam melawan gerakan Salib. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perpecahan di kalangan pelanjut Nuruddin di Syam.

Di antara strategi dan taktik Salahuddin ialah mendahulukan konsolidasi negara-negara Arab-Islam, termasuk Al-Nubah, Yaman, Hijaz, dan Syam. Selain sebagai panglima militer, ia juga seorang politikus di zamannya. Ia mempergunakkan taktik mengulur waktu melalui perjanjian damai dengan pihak Salib. Sementara itu, ia melakukan konsolidasi kekuatan militer untuk mencapai sasaran utama.

Setelah itu, baru Salahuddin melancarkan serangan-serangan ke kubu kekuatan Latin. Pertama-tama, untuk mengamankan Mesir dari serangan sebelah Barat, ia menaklukkan Afrika yang diduduki tentara Normandia. Karena sistem yang tidak begitu kuat, dalam waktu singkat ia bisa menduduki Tripoli (Libya) dan Tunis, bahkan kota Kobis pada tahun 568 H. Lalu, ia mengarahkan serangan demi serangan ke Palestina. Salahuddin mencoba menyerang Balabak dan Damaskus, kemudian Palestina (1117). Serangan-serangan ini gagal, bahkan Salahuddin sendiri hampir tertawan. Ia kembali ke Mesir untuk mempersiapkan diri lebih baik.
Ada dua peristiwa pertempuran penting yang menyebabkan nama Salahuddin semakin harum, dan dengan sendirinya membuka pertahanan untuk menerobos dan merebut kembali Bait al-Maqdis dari kekuasaan Salib. Pertama, penaklukan benteng Ya'kub yang kokoh di Banyas--benteng itu merupakan sarana penyokong bantuan. Sementara itu, Farukh Syah, keponakan Salahuddin, dapat menaklukkan Damaskus dari Baldwin IV. Sementara pengepungan benteng Ya'kub makin diperketat, Salahuddin juga mengirim tentera untuk menaklukkan Beirut dan Saida. Pihak Latin terpaksa meminta perdamaian. Dalam hal ini siasat Salahuddin adalah menerima sebagian dan menolak sebagian yang pernah mengkhianati perjanjian, tujuannya untuk memecah kekuatan mereka. Selain itu, ia juga membenahi kekuasaannya di Mausol dan Aleppo setelah wafatnya Al-Malik al-Salih, Sultan Ismail Ibn Nuruddin. Kedua, pertempuran Hittin (1187) setelah Salahuddin menaklukkan wilayah-wilayah lainnya, dan setelah Regional of Chatillon mengkhianati perjanjian perdamaian, bahkan tenteranya melakukan serangan-serangan yang membabi-buta terhadap jamaah haji kaum muslimin. Reginald menawan kafilah haji, termasuk saudara perempuan Salahuddin. Hittin adalah suatu lapangan yang dikelilingi bukit-bukit dan berdekatan dengan laut Tabariah. Tentara Latin berjumlah 20.000 orang dipimpin oleh raja Bait al-Maqdis, Guy of Lusignon, dan Reginald of Chatillon, penguasa benteng Karak. Namun, kaum Muslimin berjaya dapat memenangkan pertempuran yang menentukan ini. Kekalahan salib ini berdampak besar terhadap kekuatan tentara Islam. Sebaliknya, tentara Salib semakin lemah, karena yang ditawan bukan saja prajurit biasa, melainkan juga panglima-panglimanya, Guy dan Reginald. Oleh karena itu, penaklukkan kota-kota lainnya, seperti benteng Tabariah, Akka, Al-Naisiriah, Qisariah, Haifa, Saida, dan Beirut dilakukan dengan mudah, dan merupakan kulminasi atau puncak reputasi Salahuddin yang ditakuti oleh pihak Salib.

Selanjutnya Salahuddin mengarahkan tentaranya menuju Jerusalem. Pusat-pusat kekuatan yang akan memberikan bala bantuan dapat diamankan. Pada mulanya Salahuddin ingin memasuki kota suci itu secara damai karena mempertimbangkan kedudukan daerah ini yang bukan saja kota suci bagi Kristen, tetapi juga kota suci agama samawi lain, termasuk Islam. Akan tetapi, pihak penguasa Salib tidak mau begitu saja menyerahkannya, karena mereka merasa bentengnya kuat, dan orang-orangnya banyak karena merupakan pelarian terakhir. Salahuddin terpaksa harus menggempurnya. Ia mengambil posisi di Bukit Zaitun sebagai markas tentaranya, dan memerintahkan agar menempatkan majanik-majanik di atas bukit itu. Tentara Salahuddin menjadikan batu-batu bukit sebagai peluru. Tentara-tentara Salib berlindung di benteng-benteng besar. Pasukan penerobos berusaha memasuki benteng dengan keberanian yag luar biasa. Tidak ada jalan lain bagi tentara Salib, kecuali menyerah dan mengadakan perundingan mengenai pemberangkatan tentara Salib daru Jerusalem. Dalam tempo 40 hari, mereka harus keluar dari Jerusalem dengan membayar semacam kerugian perang: laki-laki membayar 10 dinar, perempuan 5 dinar, dan anak kecil 2 dinar setiap orangnya. Dari fakta ini tampak kebesaran jiwa Salahuddin, yang mampu menguasai diri dan anak buahnya untuk tidak mengadakan tindakan pembalasan di luar perikemanusiaan seperti yang pernah dilakukan tentara Salib ketika merebut Jerusalem tahun 1099.

Sekumpulan istri para bangsawan dengan anak-anaknya datang berbondong-bondong kepada Salahuddin agar suami atau bapak mereka dibebaskan sehingga mereka bisa pulang ke Eropa dengan tenang. Mendengar ratapan ini Salahuddin segera melepaskan suami atau orangtua mereka dengan rasa perikemanusiaan yang tinggi. Sikap Salahuddin ini menambah harum namanya, baik di mata lawan maupun kawan. Beberapa sejarawan Barat yang pernah menulis ketinggian pribadinya, antara lain Stanley Lane Poole.

Akhirnya Jerusalem kembali ke pangkuan kaum muslimin. Suara azan mulai berkumandang di Al-Masjid al-Aqsa, sementara lonceng gereja masih sepi, turut berduka-cita. Anak buah Salahuddin menurunkan salib Emas dari Al-Qubbah al-Sakhra, tetapi tidak memasang menara azan di Kanisah al-Qiyamah.  

--------------------------

Perang Salib (IV)

Tujuan utama Perang Salib adalah merebut dan mempertahankan Jerusalem. Kini kota suci ini telah kembali ke pangkuan kaum muslimin. Selanjutnya, meskipun ada persamaan antara Perang Salib I dengan Perang Salib III, ada juga perbedaan-perbedaannya, di antaranya sebagai berikut.

Pertama, pada Perang Salib I, Paus yang menjadi penggerak utama sekaligus dijadikan lambang dalam perang itu, sedangkan pada perang Salib III, penggerak utamanya adalah kaum politisi, yaitu raja-raja Eropa Barat. Kedua, pada Perang Salib I, faktor agama menjadi pendorong yang penting, sedangkan pada Perang Salib III, faktor agama bukan menjadi penyebab. Pada Perang Salib III banyak orang Eropa yang turut berperang agar terbebas dari kewajiban membayar pajak. Pada Perang Salib II, Louis VII bahkan membebankan pajak 10% kepada pemilik kendaraan yang tidak turut berperang. Demikian pula Philip Augustus dan Richard the Lion's Heart, ia membebankan pajak--yang disebut "Dana Cukai Shalahuddin"--kepada ahli agama dan masarakat umum. Paus pun giat mengumpulkan "Dana Perang Salib" sambil mengeluarkan fatwa bahwa orang yang tidak mampu berperang harus memberikan dana, dan akan diampuni segala dosanya sebagaimana orang yang turut berperang. Kepada setiap penderma diberikan "Sertifikat Pengampunan". Akhirnya, gereja menjadi sumber dana yang penting. Ketiga, pada Perang Salib I, jumlah tentara salib cukup besar. Mereka begitu serempak dan bersatu menghadapi tentara muslim Saljuq yang lemah dan berpecah belah, sedangkan keadaan pada Perang Salib III sebaliknya.

Orang-orang yang memimpin Perang Salib III adalah raja-raja Eropa terkenal:
 (1) Raja Jerman Frederik Barbarosa, 
 (2) Raja Inggris Richard the Lion's Heart 
(3) Raja Prancis Philip Agustus. Yang paling menonjol dan enerjik adalah Frederik II yang memilih jalan darat menuju medan perang, menyeberangi sungai dekat Armenia, Ruha. Tetapi nasibnya malang, ia tenggelam ketika menyeberang. Karena tidak ada pelanjut kepemimpinan yang bisa diandalkan, sebagian besar tentaranya kembali ke Jerman.

Tentara Inggris dan Prancis yang bergerak menuju jalan laut bertemu di Saqliah. Richard menuju Cyprus kemudian ke Palestina, sedangkan Philip langsung ke Palestina, dan mengepung Akka dengan bantuan sisa-sisa tentara Frederik. Dalam pengepungan ini turut pula orang-orang Latindi Syam di bawah pimpinan Guys yang pernah mengadakan perjanjian damai dengan Shalahuddin. Berkat dukungan tentara Richard dan angkatan lautnya, Akka dapat direbut. Tentara Salib melakukan pembunuhan besar-besaran meskipun setelah itu tidak ada lagi serangan militer. Perang salib ini diakhiri dengan perjanjian Ramalah (1192) yang isinya menyisakan sedikit tanah untuk orang Kristen di pantai yang berdekatan dengan Akka--memanjang dari Sur sampai Haifa--membolehkan jemaah haji Kristen berziarah ke Yerusalem tanpa membawa senjata, dan Shalahuddin menguasai wilayah yang ditaklukannya termasuk Ludd, Ar-Ramlah, dan Asqolan.

Tidak lama kemudian, Maret 1193, Shalahuddin meninggal dunia setelah mengalami sakit di Damaskus dengan meninggalkan wilayah kekuasaan yang cukup luas. Qodi Ibnu Syaddad menggambarkan keadaan duka cita kaum muslimin, "Islam dan kaum Muslimin tidak mendapatkan musibah yang setara dengan wafatnya Shalahuddin semenjak mereka kehilangan Khulafa ar-Rasyidin?."

Antara Perang Salib III dengan Perang Salib IV ada kondisi yang khas, yakni (1) gereja berusaha mengembalikan kepemimpinan, tetapi Henry VI, seorang politikus yang ulung, dapat mengganjal usaha ini; (2) perselisihan baru terjadi antara kalangan militer Latin di Syam; (3) di pihak Islam pun terdapat kelemahan, karena Shalahuddin, sebelum wafatnya, telah membagi-bagikan wilayah kekuasaan kepada para pelanjutnya. Damaskus dan bagian selatan Syria diserahkan kepada Al-Malik al-Afdal (1193-6), Mesir kepada Al-Malik al-Sahir (1993--1215); sedangkan saudara Shalahuddin, Al-Malik al-'Adil, memperoleh Karak, Jordan, Jazirah, dan Diyar Bakr--nampaknya wilayah terakhir ini kurang penting sehingga kurang menyenangkan Al-'Adil. Keluarga Al-Ayubi lainnya juga mendapat warisan daerah kekuasaan sampai Jazirah Arabia dan Yaman. Akhirnya, terjadi perselisihan antara putra-putranya dan Al-'Adil, diakhiri dengan kemenangan Al-'Adil terhadap keponakan-keponakannya itu (1199--1218). Demikianlah peta pembagian kekuasaan sampai datang serangan Mongol (1260).


Perang Salib IV (1202--1204)

Pada masa Paus Innocent III, gereja tetap mengobarkan kembali perang Salib. Dalam hal semangat dan kepemimpinan, perang ini bercorak Prancis seperti Perang Salib I. Target perang ini diarahkan ke Mesir, dengan pertimbangan: (1) kekuatan Islam sudah beralih ke Mesir, karena itu Mesir harus dikuasai dulu; (2) penaklukan Mesir akan membawa keuntungan perdagangan untuk para pedagang Italia--jika langsung menguasai Jerusalem, orang Mesir akan melakukan tindakan pembalasan terhadap para pedagang di Delta Nil, Dimyat, dan Alexanderia.

Ketika tentara Salib di Venice (1202) bersiap hendak menuju Mesir, tiba-tiba semua pasukan diperintahkan untuk menyerang Konstantinopel pada bulan Juli 1203, dan merebutnya pada bulan April 1204. Setelah itu, Baldwin VII diangkat sebagai Emperor Latin I di Konstantinopel. Kekuatan ini berkuasa selama 60 tahun.


Perang Salib V (1218--1221)

Perang Salib ini merupakan lanjutan Perang Salib I dan IV, dengan sasaran utamanya Mesir. Saat itu Mesir berada di bawah Pemerintahan Al-Malik al-'Adil, yang meninggal dunia (1218) setelah tentara Salib menguasai menara Al-Silsilah. Al-Malik kemudian digantikan oleh putranya Al-Malik al-Kamil (1218--1238).

Al-Malik al-kamil menghadapi gangguan dari dalam, yaitu konspirasi yang dipimpin oleh seorang panglima yang berasal dari Kurdi, Ibn Masytub, yang hendak menyisihkannya. Ia lalu melarikan diri ke Yaman. Namun Karena bantuan adiknya, Al-Malik Mu'azzam dari syam, ia bisa kembali menduduki tahta kesultanan Mesir. Tantangan dari luar--selain dari tentara Salib--adalah tentara Mongol yang mulai menguasai dunia Islam bagian Timur, Khawarizami, negeri-negeri Transoxiana, dan sebagian negeri Persia pada tahun 1220. Serangan Mongol ke Baghdad pun dimulai.

Kedudukan tentara Salib sebenarnya baik karena banyaknya rombongan besar menggabungkan diri atas seruan Paus Innocent III yang dilanjutkan oleh Paus Honorius III. Raja Juhanna de Brienne dan Wakil Paus, Plagius, memimpin pasukan ini. Dimyat bisa segera mereka kuasai pada tahun 1218. Namun, serangan belum dilanjutkan menuju Kairo karena menunggu bantuan Frederik II dalam perajalanan untuk menopang serangan selanjutnya.

Karena situasi yang mencekam, sebagaimana digambarkan di atas, ditambah situasi ekonomi yang sulit, terutama karena surutnya sungai Nil, Mesir diancam bahaya kelaparan. Al-Kamil pun mengajukan permintaan perdamaian. Ia mengajukan tawaran menyerahkan Jerusalem dan hampir semua kota yang ditaklukan Shalahudin kepada pihak Salib asalkan mereka (pihak Salib) menarik diri dari Dimyat. Tawaran yang begitu menguntungkan pihak Salib itu ditolak, bahkan mereka akan menguasai seluruh Mesir dan Syam. Penolakan ini terutama dikemukakan oleh utusan Paus, Pelagius, yang ditopang oleh Italia, karena kepentingan perdagangannya terancam di Mesir. Tidak ada pilihan bagi Al-Kamil: hancur atau menang. Timbullah ide yang kemudian dilaksanakannya, yaitu menghancurkan dam-dam irigasi yang menuju Dimyat. Akhirnya banjir pun melanda seluruh Dimyat. Banyak tentara Salib yang tenggelam. Mereka terancam bahaya kelaparan. Karena bantuan Frederik II yang diharapkan tak kunjung datang, tentara Salib pun meninggalkan Dimyat tanpa syarat. 



Sumber: Gerakan Kembali ke Islam; Warisan Terakhir A. Latief Mukhtar, K.H. Abdul Latief Mukhtar, M.A.

Terimakasih kepada  Al Islam 1998
Jl. Pahlawan Revolusi, No 100, Jakarta 13430

==========================================================================================

Sunday, 7 December 2014

Melawan RASISME ...

RASISME .....Apa kata Islam ?


Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu – bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya . 

Rasisme telah menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi dan kekerasan rasial, termasuk genosida.

Orang yang rasis adalah orang yang meyakini bahwa karakteristik turunan yang dibawa sejak lahir secara biologis menentukan perilaku manusia. Doktrin rasisme menegaskan bahwa darah adalah penanda identitas bangsa-etnis

Hal yang pertama yang perlu dipahami dalam diskusi ini adalah bahwa hanya ada satu ras: ras manusia. Orang Kaukasia, Afrika, Asia, Indian, Arab, Yahudi, semuanya bukanlah ras-ras yang berbeda. Semua ini adalah etnik-etnik yang berbeda dalam ras manusia. Semua umat manusia memiliki ciri-ciri fisik yang sama (tentunya dengan variasi-variasi kecil). 


Dalam Perjanjian Lama, Tuhan membagi umat manusia dalam dua kelompok “ras”: orang Yahudi dan orang Kafir. Maksud Tuhan adalah orang-orang Yahudi menjadi imamat rajani yang melayani kepada bangsa-bangsa kafir. Sebaliknya, yang sering, orang-orang Yahudi bangga dengan status mereka dan menghina orang-orang kafir.

Perlu kita ingat bahwa rasisme sudah terjadi sejak lama dalam sejarah umat manusia. Perhatikan bagaimana bangsa Eropa menindas bangsa asli benua Amerika (Indian) hingga mereka kehilangan hak atas tanah mereka bahkan hingga saat ini mereka menjadi masyarakat kelas bawah dari sudut pandang bangsa kulit putih.


Tersebarnya kolonialisme di dunia telah bermula sejak abad ke-15 dan ke-16. Pernyataan bahwa sejumlah ras memiliki sebagian sifat binatang pertama kali dikemukakan oleh Christopher Columbus dalam penjelajahannya ke benua Amerika. Menurut pernyataan ini, penduduk asli Amerika bukanlah manusia, akan tetapi sejenis binatang yang telah berkembang. Oleh karenanya, mereka dapat dijadikan pelayan bagi para penjajah Spanyol.

Meskipun Columbus digambarkan dalam sejumlah film tentang penemuan benua Amerika sebagai orang yang memiliki rasa persahabatan dan kemanusiaan terhadap penduduk asli, kenyataan membuktikan bahwa Columbus tidak menganggap para penduduk asli tersebut sebagai manusia.

Christopher Columbus adalah yang pertama kali melakukan pembantaian besar-besaran. Columbus mendirikan daerah jajahan Spanyol di wilayah-wilayah yang ia temukan, dan memperbudak penduduk pribumi. Ia bertanggung jawab atas dimulainya perdagangan budak.


dan terus berlanjut hingga benua itu menjadi negara.....



Antonio’s Song, Michael Frank:
“The blankets they give the Indians only make them die”
Orang Kulit Putih memberi orang2 Indian selimut yang dijangkiti penyakit untuk membunuh mereka

“The Trail of Tears”, Robert Lindneux, menggambarkan migrasi paksa penduduk Amerika asli dari timur Amerika ke wilayah Indian di Oklahoma selama tahun 1830-1840-an.

Di antara orang2 yang dipaksa berjalan kaki adalah suku Cherokee, Creek, Choctaw, and Chickasaw. Banyak yang tewas dalam perjalanan yang panjang dan berat
Microsoft Encarta, Native Americans of North America
Pasukan Berkuda AS membantai ratusan lelaki, wanita, dan anak2 Sioux yang melarikan diri ke penampungan di sepanjang sungai Wounded Knee Creek

Tengoklah  bagaimana nasib bangsa Aborigin sebagai bangsa asli yang mendiami benua Australia......apakah mereka memiliki hak penuh duduk di pemerintahan ? Adakah perdana mentri Australia dari bangsa Aborigin? Hingga saat ini ? .....


Barbara Miller: ‘Menyatakan Australia sebagai Terra Nullius , tak berpenduduk, dan membasmi perlawanan Aborigine atas perampasan tanah dengan keunggulan senjata, penyakit, peracunan mata air dan makanan dibubuhi arsenik, pemukim Inggris mendirikan lembaga dan pemerintah yg mendominasi kejahatan dan kekerasan
AS, Kanada, dan Australia adalah negara hasil jajahan yang sukses
Perbudakan bangsa Afrika ......
slavery
Tawanan di Central Africa, tahun 1800-an



Lebih dari 10 juta orang Afrika dipindah paksa ke Amerika selama 200 tahun. Untuk  1 tawanan ada  10 orang tewas karena membela keluarganya yang diperbudak.

Kargo Manusia dikemas padat hingga tak mungkin bergerak

Portugis memonopoli Perdagangan Budak diikuti Inggris, Belanda, Perancis, Denmark, dan Koloni Amerika memindahkan budak dari Afrika ke Dunia Baru (Microsoft Encarta, Slavery)




Bahkan Rasisme juga terjadi di benua Eropa dan timur tengah. 
Masih ingat bagaimana perlakuan NAZI kepada bangsa Yahudi? 

Lalu apa yang dilakukan Bangsa Yahudi zionis terhadap bangsa Palestina ?

Rasisme membangkitkan kebencian dan nafsu membunuh terhadap etnis lainnya, seperti kekejaman yang dilakukan kelompok ISIS 




Bagaimana di Asia, seperti Indonesia saat dijajah Portugis, Belanda hingga Jepang? Adakah keadilan? Silakan anda buka sejarah...dan lihat bagaimana bangsa ini diperbudak hingga 350 tahun lamanya. 







kerusuhan Mei ......berujung pelecehan / sentimen terhadap etnis tionghoa ....



Saat ini, gencar di media tentang kerusuhan rasis yang terjadi di negara yang selama ini justru paling keras menyerukan tentang HAM (hak asasi manusia). Ternyata justru di negara tersebut banyak terjadi praktik rasis. Dan korbannya adalah mereka yang berkulit berwarna (ras Afrika / Asia).




  


Rasisme ibarat penyakit yang sulit dicari obatnya....terus bermutasi dari zaman ke zaman. Lalu bagaimana Islam mengatasi masalah ini ? Coba kita tengok beberapa ayat Al Qur'an ini.



Al Maa'idah(5 : 8) : 
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

 (5 : 42) : 
Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. 

Asy Syuura (42 : 15) : 
katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. 

Shaad (38 : 26) : 
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. 

An Nahl (16: 90) : 
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. 

An Nisaa' (4 : 58) : 
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 

[Qur’an 2:190]
Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas [Qur’an 2:190]


Al Balad (90 : 13) 
 (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,



Jelaslah sudah bahwa Islam selalu mengajarkan untuk bersikap adil kepada semua umat, kepada semua ras, kepada semua penganut agama, kepada semua bangsa apapun warna kulitnya.....karena dalam Islam semua manusia adalah sama dari keturunan Nabi Adam (AS)....

Dan jika manusia meninggalkan syariat (hukum Allah) tersebut...maka kesesatan, kehancuran dan kebinasaanlah yang akan terjadi. Dan itu sudah terbukti dari sejarah yang diuraikan diatas, bagaimana satu bangsa membantai bangsa yang lain hanya karena berbeda warna kulit. Lalu...apakah kita masih meragukan hukum Allah (syariat) dan masih meyakini aturan / hukum-hukum ciptaan manusia lebih baik dari hukum Allah? Apakah daya cipta manusia atas aturan lebih sempurna dari hukum ciptaan Allah? 

Al Hajj(22 : 67) : 
Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari'at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari'at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. 

Al Ahjab (33 : 39) : 
(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.

Al Jaatsiyah (45 : 18) : 
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. 

Al Baqarah (2  :  62) : 
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 

(2 : 229) : 
.....Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim.

Lalu manakah yang anda pilih ? 
Hukum Allah (syariat) ataukah hukum-hukum / aturan buatan manusia?

(wassalam.....semoga bermanfaat dan bisa membuka mata hati batin anda semua......)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------



Lihat juga : 

FIFA Ingin Kasus Rasisme Dikenakan Sanksi Lebih Berat

Sepp Blatter (© AFP 2009)


---------

marcelo-140208a.jpg



http://bola.liputan6.com/read/821332/jadi-korban-rasisme-marcelo-sindir-fans-atletico


--------------------

Blatter Kecam Aksi Rasis Pendukung Betis

sepp-blatter-130513c.jpg

http://bola.liputan6.com/read/757847/blatter-kecam-aksi-rasis-pendukung-betis



---------------

Emmerson Boyce Siap Beraksi Jika Jadi Sasaran Rasis

emmerson-boyce-131106c.jpg

http://bola.liputan6.com/read/739126/emmerson-boyce-siap-beraksi-jika-jadi-sasaran-rasis



--------------------

Cisse akan Walk-Out Jika Dapat Ejekan Rasis

djibril-cisse-131025b.jpg

http://bola.liputan6.com/read/729744/cisse-akan-walk-out-jika-dapat-ejekan-rasis


----------------



Toure: Pemain Kulit Hitam akan Boikot Piala Dunia 2018

yaya-toure-131025b.jpg

http://bola.liputan6.com/read/729466/toure-pemain-kulit-hitam-akan-boikot-piala-dunia-2018


--------------



Pemain Milan Kembali Terima Perlakuan Rasis

constant-130725a.jpg

http://bola.liputan6.com/read/648589/pemain-milan-kembali-terima-perlakuan-rasis


-------------------



Gadis Keturunan India Jadi Miss America Jadi Target Isu Rasial

miss-amerika-130916b.jpg

http://news.liputan6.com/read/694098/gadis-keturunan-india-jadi-miss-america-jadi-target-isu-rasial