Showing posts with label komunis. Show all posts
Showing posts with label komunis. Show all posts

Sunday, 13 December 2015

Islam Agama Teroris ?

Islam Agama Teroris ?

LIHAT videonya di : https://youtu.be/ndq630ZERYI

Apakah benar Islam mengajarkan Teror ?
Sebagian dari kita sering mendengar bahwa muslim adalah teroris. Muslim adalah fanatik. Muslim adalah orang-orang gila. Muslim adalah pembunuh. Muslim adalah ekstrimis.

Inilah yang disebarkan kepada kalian, dan saya ingin memberitahu kalian pada beberapa kasus, hal itu memang benar. Dan tentu saja ada sebagian Muslim yang bukan hanya baru-baru ini, bahkan sebelum koran dan internet diciptakan, sebagian muslim ada yang melakukan hal itu. Mari kita lebih obyektif. Mari kita lihat sejarah dan lebih obyektif.

Bukankah orang-orang Kristen dan Yahudi juga melakukan hal yang sama?. Bukankah mereka juga melakukah semua itu?. Ya mereka melakukannya. Seorang kriminal tetaplah kriminal. Pendosa tetaplah pendosa. Tapi tidak pernah disebutkan di media bahwa orang-orang Kristen pedofil dijuluki "Kristen Pedofil".
Kalian tidak pernah melihat orang Kristen pembunuh dijuluki "Kristen Pembunuh" atau "Yahudi Pembunuh".

Timothy McVeigh tidak disebut sebagai "Teroris Kristen", Charles Manson tidak disebut sebagai "Kristen Pembunuh Masal". IRA tidak disebut sebagai "Organisasi Kristen Teroris".













Tapi faktanya mereka melakukan kejahatan terbesar dan terburuk. Mereka tidak disebut sebagai "Kristen Teroris". Tidak disebut sebagai "Kristen Fanatik".

Mengapa bisa begitu?. Mengapa jika seorang Muslim dituduh dan tuduhan itu belum tentu benar, dia belum tentu bersalah, maka dia dijuluki "Islam Fundamentalis" ? "Islam fanatik", "Islam Teroris".

Mengapa ?. Karena media dikendalikan oleh orang-orang yang ingin mengkambing hitamkan Muslim dan
Islam. Dan ini tidak adil !. Memang benar sebagian muslim memang bertanggung jawab atas sebagian kerusakan tentang Islam, sebagian kesalah pahaman tentang Islam, adalah hasil perilaku buruk sebagian orang Islam. Mari kita lebih adil dan obyektif.



Mari kita menganalisa sejarah dan bertanya, siapa yang terus menjalankan "perdagangan manusia internasional", yang menyebabkan 80.000.000 orang diperjual belikan seperti babi dan anjing selama lebih dari 400 tahun?.  
Yang melakukan itu BUKAN Muslim. Tapi orang Kristen, dan mereka tidak disebut sebagai 'Kristen Fanatik". Meskipun mereka adalah orang-orang Portugal, Spanyol, Amerika, Inggris, Perancis, semuanya adalah negara Kristen dan mereka bekerja sama dengan gereja katolik.



Ketika para penjelajah pergi ke Amerika Selatan dan merusak negara itu , membunuh penduduknya,
meracuni sumber daya alamnya, mereka diberkati oleh gereja dan sampai saat ini masih diberkati oleh gereja, dan tak ada yang menjuluki mereka sebagai "Kristen Teroris".








Ketika orang-orang Inggris datang ke benua Australia, sudah ada suku Aborigin yang hidup di sana. Tidak
bisa dikatakan menemukan sebuah negara ketika sudah ada orang yang tinggal di sana. Aku bisa saja datang ke rumah kalian dan mendirikan rumahku sendiri di dalam rumah kalian, kemudian aku mengatakan akulah yang menemukannya lalu mengusir kalian dari rumahmu. Bisakah seperti itu ?.




Ada suku Aborigin yang hidup di sana.
Dan mereka adalah pemilik sah benua Australia....mereka adalah penduduk asli sejak ribuan tahun di sana...
Mereka adalah orang AUSTRALIA ASLI




Bagi penduduk asli di Amerika, mereka disebut "suku Indian". Mereka tidak disebut sebagai "Orang
Amerika" tapi disebut sebagai "suku Indian".
Itu disebabkan ketika Colombus berlayar untuk menuju India, dia terdampar di benua yang sekarang disebut Amerika. Tapi sungguh beraninya mereka dan betapa sombongnya mereka, meskipun mereka tahu itu bukanlah India, masih saja mereka menyebut penduduk asli benua itu dengan julukan "suku Indian".



Dan hingga hari ini mereka menyebut penduduk asli Amerika dengan sebutan "suku Indian", tapi menyebut diri mereka sendiri yang pendatang dari Eropa sebagai orang Amerika". Dan hingga hari ini kalian menyebut penduduk asli Australia dengan sebutan "suku Aborigin", tetapi menyebut diri kalian yang pendatang dari Inggris sebagai "orang Australia".

Sekarang bagaimana negara itu direbut, karena kalian tidak diundang disana, tapi negara itu direbut dengan darah dan pembunuhan. TANPA KERAGUAN LAGI, INI ADALAH TERORISME MURNI.
Tapi tidak ada yang menyebut mereka "Kristen Teroris".

Sekarang mereka memiliki peradaban yang maju, Sydney, Brisbane, Melbourne, mereka juga punya olimpiade di sana, semuanya terlupakan sekarang, dan masih saja terorisme  yang dilakukan pemerintahnya berlanjut. Bagaiman nasib orang aborigin di Australia sebagai penduduk asli benua Australia? Adakah perdana mentrinya berasal dari orang aborigin ?



Saya tidak mengatakan terorisme yang dilakukan pemerintah atau individu adalah hal yang benar atau
bermoral,  karena hal itu tidak benar ! Itu tidak benar !.
Tapi di sisi lain kita tidak dapat menyebut sebagian orang di Afghanistan, atau sebagian orang di Chechnya, atau sebagian orang di Khasmir, atau sebagian orang di Palestina, atau sebagian orang di Somalia, atau sebagian orang di negara Afrika lainnya, atau sebagian orang di Indonesia, disebut sebagai teroris, hanya karena mereka mencari keadilan dan kebebasan dari penindasan. Kalian tidak bisa menyebut mereka teroris hanya karena mereka berjuang mencari kebebasan dari penindasan.








Jika kalian mengakui sejarah kalian sendiri, bahwa kalian melakukan hal yang sama, tapi kalian
membenarkannya, itu tidak adil. Kejahatan tetaplah kejahatan, tidak perduli itu dilakukan oleh individu, dilakukan oleh pemerintah, dilakukan oleh Muslim, oleh Kristen, oleh Hindu, oleh Budha, oleh konghuchu, oleh Atheis, oleh Komunis, oleh Kapitalis, siapapun orangnya, tidak perduli apapun warna kulitnya, kejahatan tetaplah kejahatan.

Kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah tidak diperiksa, karena mereka punya kuasa. Pemerintah bisa memburu individu tertentu dan memeriksa mereka. Jadi masalah Islam atau Muslim dikatakan orang-orang fanatik adalah tidak adil, karena Islam adalah sistem  keimanan.

Ketika ditanya tentang terorisme, Abu Hamza Pierre Vogel (sarjana Jerman terkenal) mengatakan :
"- Siapa yang memulai perang dunia pertama? Apakah Muslim ?
- Siapa yang memulai perang dunia kedua? Apakah Muslim?
- Siapa yang menjatuhkan bom atom di Jepang? Apakah Muslim?
- Siapa yang membunuh lebih dari 100 juta jiwa Indian di Amerika Utara? Apakah Muslim?
- Siapa yang membunuh lebih dari 50 juta jiwa Indian di Amerika Selatan? Apakah Muslim?
- Siapa yang memperbudak 180 juta orang Afrika da 88% tewas dan dibuang di lautan Atlantik?        Apakah Muslim?
- Siapa yang menewaskan 20 juta Aborigin di Australia? Apakah Muslim?
- Siapa yang membantai rakyat Indonesia lebih dari 350 tahun? Apakah Muslim?
- Siapa yang membantai dan menjajah rakyat India? Apakah Muslim?
- Siapa yang membantai rakyat Vietnam? Apakah Muslim?
- Siapa yang membantai orang Yahudi di kamp pengungsian? Apakah Muslim?
    Dan hari ini anda akan melihat bahwa Muslim selalu menjadi korban. Lihatlah Burma, Yaman,        Suriah, Irak, Afghanistan, Palestina, Iran, dan negara-negara Islam lainnya."



Dan hari ini anda akan bisa berpikir lebih pintar dan lebih obyektif melihat persoalan, siapakah sebenarnya yang telah banyak melakukan kerusakan di dunia, apakah Muslim? Sejarah telah membuktikan dan mencatat bahwa pelaku kerusakan itu bukanlah Muslim.

Pelakunya adalah mereka yang hingga saai ini berteriak 'Teroris", tetapi sesungguhnya merekalah "Teroris Asli". Merekalah "Teroris" terorganisir.  TANPA KERAGUAN LAGI, MEREKA ADALAH TERORISME MURNI.

Dan hingga hari ini Muslim selalu dijadikan kambing hitam untuk menutupi mata dan pikiran kalian, serta agar kalian melupakan sejarah hitam mereka. Karena itulah, jadilah manusia yang pintar melihat persoalan dunia, lebih obyektif dan gunakan akal sehat.

Saya meminta maaf pada kalian, bukan maksud saya untuk mengungkit masa lalu dan menjelek-jelekkan kalian, tapi cobalah menjadi individu yang pintar.

Jadilah orang yang selalu terbuka akal dan pikiran.

Jadilah individu yang selalu objektif melihat persoalan dunia.

Jangan hanya percaya apa yang ditulis oleh media.

Sekali lagi, ... gunakan akal sehatmu. Bukalah pikiran dan hatimu.


Wassalam .....
Semoga bermanfaat.

Allahu Akbar...

Tiada Tuhan yang patut disembah selain  Allah.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sunday, 22 November 2015

Islam vs Khmer Merah

Islam & Komunis  Khmer Merah


(Islam di Kamboja)


Lihat videonya di : https://youtu.be/2YDyME-zZkc

Tahun 1977, Seng Kuoy tengah berkumpul bersama warga desa termasuk 15 perempuan dan anak-anak Cham. Tak disangka-sangka pasukan keamanan Khmer Merah menangkap orang-orang Cham. Tangan mereka diikat ke belakang. Seorang kader Khmer Merah memerintahkan Seng Kuoy untuk membawa orang-orang Cham ke pagoda yang menjadi basis pasukan rezim itu. Seng Kuoy menerima perintah untuk mendorong orang-orang itu dengan menggunakan gerobak sapi. Ia tidak berani menolak, karena sudah pasti akan dibunuh jika membangkang. Mereka mengeluarkan perintah dan ia harus mengikuti untuk mengantar Cham ke pagoda. Sejak saat itu Seng Kuoy tidak pernah melihat orang-orang Cham itu lagi.  

Kesaksian ini dituturkan Seng Kuoy di muka pengadilan kasus kekejaman rezim Khmer Merah awal september 2015. Hal serupa juga dituturkan Samrit Muy yang melayani milisi Khmer saat insiden 1977. menurutnya setiap kali Khmer Merah ingin membunuh orang, mereka akan dibawa ke pagoda dan memainkan musik dengan keras. 


Kaum muslim Cham tua atau muda , laki-laki maupun perempuan berbaris menuju pagoda. Setelah itu, dia tidak pernah lagi melihat orang-orang  Cham. . Mereka seolah menghilang tanpa bekas. 

Cham atau Champa, merupakan etnis minoritas terbesar di Kamboja. Lamboja atau Kampuchea adalah negara monarki konstitusional di kawasan asia tenggara. Mayoritas rakyatnya berasal dari etnis Khmer. Budha adalah agama  mayoritas disamping agama minoritas Katolik dan Islam. Islam sendiri masuk ke negeri ini pada abad ke 15 saat orang-orang Cham tersebar ke berbagai negara pasca kejatuhan kerajaan Champa. Agnes De Feo dalam Transnational Islamic Movement in Cambodia, dia menulis muslim mewakili sekitar 4% dari seluruh populasi negara. 



Komunitas muslim di Kamboja terbagi menjadi 2 kelompok dan mayoritas dipegang etnis Cham yang berasal dari Champa. Kemudian, ada etnis Chvea, yaitu Muslim Melayu yang hidup di bagian selatan negara itu. Kedatangan Chvea ke Kamboja berlangsung sebelum migrasi besar-besaran etnis Cham. Mereka awalnya para pedagang dari Semenanjung Melayu, Jawa, dan Sumatra, yang menetap di Kamboja sejak abad ke-14 Masehi.

Kehidupan etnis Cham di Kamboja relatif stabil. Mereka menjalin hubungan yang baik dengan penguasa. Pada 1950, Pemerintah Kamboja menjuluki etnis Cham- Melayu Muslim dengan Khmer Islam untuk memperkuat integrasi di tengah masyarakat. Kehidupan yang penuh harmonis itu berubah total pasca tragedi 1975.

Kekejaman Pol Pot di kamboja, tregedi  pergolakan dan pembantaian masal itu dibawah kekuasaan rezin Khmer Merah  yang dipimpin Pol Pot. Rezim berhaluan komunis ini, memerintah kamboja dapa periode 1975 hingga 1979 setelah berakhirnya perang saudara tahun 1970 - 1975. Sebelumnya Kamboja berada di penjajahan Perancis sejak awal abad ke 19.

 
Hussin Mutalib dalam bukunya Islam In South Asia menulis bahwa muslim kamboja tahun 1974 sekitar 550.000 orang. sebagian besar terkonsentrasi di utara ibukota Kamboja, Phnom Phenh. Provinsi Kampong  ada di sepanjang sungai Mekong. Menurutnya jumlah itu  menurun drastis pada masa Khmer Merah.

Salah satu versi catatan sejarah mengatakan, 70% dari populasi muslim telah dibantai. Sementara menurut data  Minority Right Group International, 1/3 muslim tewas dibawah rezim komunis Khmer Merah.

Tak dipungkiri, kekuasaan Khmer Merah menjadi sejarah kelam umat Islam di Kamboja. Rezim Khmer Merah menghapus undang-undang keberagamaan di Kamboja. Yang menderita bukan hanya umat Islam tapi juga umat beragama yang lain. Kekejaman meluas dibawah rezim Khmer Merah, dan semua agama dilarang. Tempat ibadah dan literatur agama dihancurkan. Khmer Merah melakukan penganiyayaan, pembunuhan, pemerkosaan serta pembakaran Al' Quran.

Seng Kuoy dari etnis Khmer sendiri mengisahkan, kaum Cham di desa-desa tetangganya dipaksa untuk meninggalkan agama mereka. Perempuan dari minoritas muslim Cham di negara itu sengaja jadi target pemerkosaan. Seorang muslim dari etnis Khmer membuat kesaksian, ada sebuah kejadian yang snagat brutal, keji dan memilukan. Pada suatu ketika seorang kader Khmer Merah melihat seorang wanita muslim Cham yang cantik. Kemudian ia membunuh suami perempuan itu, lalu 4 orang Khmer Merah memerkosa wanita malang itu sebelum mereka akhirnya membunuhnya. 


Dalam kesaksian berikutnya, dikisahkan bagaimana 10 wanita Khmer baik yang muslim maupun non muslim dipaksa menjadi budak seks untuk kelompok milisi muda Khmer Merah yang berhaluan komunis. Setelah 3 sampai 7 hari perkosaan, semua perempuan itupun dibunuh. 

Sebuah lembaga bantuan hukum lokal, 
Cambodian Defenders Project (CDP), 
melaporkan bahwa agama dicerca oleh Khmer Merah. Komunitas muslim jadi sasaran kekejaman karena perbedaan bahasa, makanan, pakaian dan cara berdoa. Dalam lingkungan Senofobia, kekerasan seksual muncul menjadi metode Khmer Merah untuk menekan kelompok minoritas. 

Mereka melakukan wawancara dengan 105 orang korban dan saksi, responden melaporkan pemerkosaan dan pelecehan seksual perempuan Cham menjadi hal yang lumrah. Mereka dibungkam dengan ancaman atau diperkosa sebelum dieksekusi.  

Sebuah buku karangan akademisi muslim Cham Farina So - The Hijab of Cambodia, Memories of Cham Muslim Women After The Khmer Rouge, juga merinci kasus wanita Cham yang dipaksa menikah dengan pria Khmer dengan tujuan memecah belah kelompok etnis. Salah satu korban mengungkapkan, ia dipaksa menikah dengan seorang Khmer Merah ketika usianya baru 10 tahun. 

Dari waktu ke waktu kekejaman rezim Khmer Merah terus meluas. Tapi hanya sedikit korban yang berani bicara karena takut menerima pembalasan. Saksi mata yang melihat insiden itupun memilih bungkam. 

Menurut Cambodian Genocide Program, penggalian terhadap sejumlah situs kuburan masal memperlihatkan lebih dari 1.700.000 rakyat tewas akibat eksekusi, kelaparan dan kerja paksa dibawah rezim komunis ini. Jumlah itu setara dengan 21 % dari total populasi negara. Lebih tinggi lagi, BBC menyebut sekitar 2.000.000 warga Kamboja mati dibawah kebijakan rezim Pol Pot dan kekejaman Khmer Merah. 

Seperti terekam dalam "The Killing Fields" (1984), generasi hari ini  masih dapat menemukan ladang-ladang pembantaian masal di negara itu. 


Sejarah adalah masa lalu sekaligus cermin masa depan. Rezim Khmer Merah tumbang setelah serangan pasukan Vietnam tahun 1979. Pasca kejatuhan Pol Pot, angin segar mulai dirasakan komunitas muslim dan rakyat Kamboja secara umum. Pada masa Pol Pot dapat  dikatakan hampir seluruh masjid yang berjumlah 113 buah di wilayah ini hancur. 

Atas bantuan lembaga Islam International,  sarana keagamaan itu kembali diperbaiki. Pemerintah Kamboja kini mengabadikan kebebasan beragama dalam konstitusi negara. 




Semoga kejadian keji dan tragis itu, tidak pernah terulang lagi. 
Amin....









(Terimakasih kepada Suara Muslim FM - Surabaya)

========================================================================

,


 

Tuesday, 8 April 2014

Komunis, Demokrasi atau Syariat?

Komunis, Demokrasi atau Syariat?

Mana pilihan anda ?

         Banyak sistem pemerintahan, sosial budaya yang dijalankan banyak negara saat ini. Kebanyakan sistem itu adalah hasil dari pemikiran para "intelektual" yang diyakini kebenarannya dan diyakini dapat dijalankan ditengah-tengah masyarakat.
Contohnya : Komunisme di Cina dan Rusia...Demokrasi di banyak negara Eropa, Amerika dan Asia

Tapi seberapa hebatkah sistem itu? Benarkah sistem itu sempurna?

Komunis atau komunisme dianggap monster atau wabah bahaya.
Apa sebenarnya komunis atau komunisme itu?
Yang jelas mereka itu penganut atheism, tidak percaya adanya Tuhan.
Tapi bukankah yang bukan komunis juga banyak yang tidak percaya adanya Tuhan?
Komunisme pernah populer terutama di era tahun 40 an sampai 60 puluhan.
Kenapa bisa populer kalau komunisme itu monster atau wabah?
Rontoknya negara-negara berhaluan sosialis komunis, membuktikan ideologi mereka itu tidak mampu bersaing dengan sistem pasar untuk mensejahterakan rakyatnya.

Apa itu Demokrasi?

Kata demokrasi berasal dari kata yunani kuno yang terdiri dari dua kata yaitu kata  “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat,dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat,atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. 

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. 

Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara. Karena dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat maka undang-undang diambil/diputuskan dengan suara terbanyak dari rakyat, masalahnya seberapa bijakkah masyarakatnya? Jika sekelompok masyarakat (yang mayoritas dan suara terbanyak) menghendaki bahwa minuman beralkohol boleh diperjual belikan, maka aturan itupun dijalankan. (lihat bagaimana pemerintah negara Amerika memberlakukan penjualan minuman keras dan daun ganja). Jadi jika masyarakatnya bermental bobrok...tatanan/aturan yang dijalankan juga...bobrok.

Bagaimana dengan Syariat?

Syariat berarti aturan dan undang-undang / ketentuan Allah yang berhubungan dengan mukallaf, baik dalam bentuk tuntutan (perintah,larangan dan bentuk materil lainnya), maupun sebab –sebab suatu tuntutan.(rukun, syarat dan bentuk aturan formal lainnya). Sumber syariat adalah berasal dari Tuhan.

Sebagian besar orang menganggap syariat selalu berkenaan dengan aturan Islam. Hal ini tidaklah benar, karena syariat sudah ada sejak manusia pertama diciptakan. Ingat, syariat berarti ketentuan / aturan Tuhan !

Di jaman Nabi Adam, syariat Tuhan adalah..Adam boleh menikmati semua isi surga kecuali memakan buah dari 1 pohon terlarang.
Di jaman Nabi Luth...syariat Tuhan adalah mengharamkan hubungan sesama jenis....dll
Di jaman Nabi Ibrahim...syariat Tuhan adalah mengharamkan menyembah berhala...melakukan korban hewan ternak, berhaji, bersunat untuk laki-laki....dll.
Di jaman Nabi Musa...mengharamkan menuhankan Firaun...mengharamkan perbudakan serta menjalankan 10 perintah Tuhan...dll
Di jaman Nabi Isa / Yesus ...mengharamkan menuhankan selain Allah, bersunat, tidak makan daging babi...  menjalankan 10 perintah Tuhan.. dll
Di jaman Nabi Muhammad...aturan di jaman nabi Muhammad lebih lengkap karena merupakan rangkuman / kumpulan dari semua aturan-aturan Tuhan dari nabi & rasul  sebelumnya...seperti aturan dalam berpolitik, berniaga, pernikahan, beribadah dll.

Karena syariat / aturan Tuhan ini berasal dari sang pencipta alam semesta, tentunya  aturan ini pastilah sudah amat sangat sempurna untuk kehidupan manusia itu sendiri.

Lalu..apakah manusia merasa lebih pintar dari Tuhan lalu menggantinya dengan aturan lain?

Allah berfirman,

“Kemudian Aku jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu),
Maka ikutilah syariat itu…” (QS. Al-Jatsiyah: 18)

(QS. Al-Maidah: 48)
"Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang."


Keistimewaan Syariat:
1. Bersumber dari Sang Pencipta, Tuhan semesta alam. Sehingga mutlak benar
2. Terjaga dari perubahan, karena Allah menjaga sumbernya
3. Mencakup semua aspek kehidupan
4. Menjadi keputusan adil untuk setiap kasus sengketa manusia
5. Layak diterapkan di setiap zaman dan tempat.

Keterangan di atas, terlepas dari pro-kontra manusia terhadap aturan yang Allah turunkan. Dan dalam hidup pasti ada aturan. Bisa jadi sejalan, bisa jadi berbenturan. Antara syariat Allah dan syariat hawa nafsu manusia.

Orang yang saat ini tidak sedang mengikuti syariat Allah, berarti dia sedang mengikuti syariat hawa nafsunya.
Karena hidup tidak akan pernah lepas dari aturan dan syariat, dan semua akan dipertanggung jawabkan.

Tinggal satu pertanyaan, siapa yang hendak kita pilih ?
Aturan seperti apa yang hendak kita pilih?
Pemimpin macam apa yang hendak kita pilih?
Apalagi disaat gencarnya kampanye saat ini...pilihan anda akan dipertangung jawabkan dihadapan Tuhan nanti.

Semoga bermanfaat.